Ade Rai, sang maestro binaraga

BANDUNG (bisnis-jabar.com): Siapa yang tak kenal dengan Ade Rai? Bertubuh kekar, berambut panjang, dan tinggi tegap. Sangat mudah untuk mengingatnya.

Bagi pecinta olahraga pada umumnya dan pecinta dunia olah tubuh (binaraga) pada khususnya, pasti kenal betul dengan pria bernama asli I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai ini.

Sebab, cukup lama dia malang melintang di dunia tersebut. Bahkan, seabreg penghargaan dan prestasi telah ditelurkannya dalam karir binaraganya.

Tercatat, binaragawan kelahiran Jakarta, 6 Mei 1970  ini beberapa kali menjuarai kejuaraan binaraga, mulai dari tingkat nasional, Asia Tenggara, Asia, hingga dunia.

Prestasi yang pernah diraihnya, antara lain National Champion (1994, 1995, 1996, 1997, 1998 dan 1999), Mr Asia (1995 dan 1998), Asian Pro-Am Classic Winner (1996), dan Musclemania Overall Winner 1996 Life Time Drug Body Builder.

Namun, kejayaannya itu sekarang sudah ‘berakhir’. Beberapa tahun lalu dia memutuskan pensiun dari dunia yang telah membesarkan namanya itu.
Kira-kira mau tau nggak aktivitas apa sekarang yang sedang dilakukan pria jebolan Hubungan Internasional Fakultas Sosial dan Politik Universitas Indonesia ini?

Ternyata, Ade beraktivitas yang tak jauh dari rutinitas ‘masa lalunya’. Pria berambut panjang ini mantap melangkah di jalur bisnis olahraga dan kebugaran, seperti bisnis fitness centre.

Beralih profesi jadi pengusaha nampaknya ya? “Kalau dibilang pengusaha, iya, tapi kalau pengusaha sukses belum,” ujarnya tertawa dalam satu acara di Bandung hari ini.

Dalam menjalankan bisnisnya, Ade senantiasa mengusung semangat sportivitas sebagaimana dalam olahraga. Persaingan bisnis pun disikapinya sebagai sebuah tantangan untuk melahirkan inovasi. Ade pun tak mau sembarang berinvestasi.

Merek bisnis (brand) yang telah dikembangkannya hingga saat ini antara lain Rai Fitness, Klub Ade Rai, dan Gold Gym.

Tak tanggung-tanggung, investasi yang disiapkannya untuk satu outlet mencapai miliaran rupiah lho.

“Contohnya Rai Fitness [Jalan Cihampelas, Bandung], investasinya berkisar Rp5 miliar—Rp10 miliar,” ungkapnya.

Langkah bisnis pria berdarah Bali ini membuka bisnis fitness bermula dari pengalaman Ade yang kesulitan mendapat informasi dan tempat berlatih kebinaragaan saat pertama kali terjun sebagai atlet.

Dia berencana bisa mengembangkan usaha olah tubuhnya itu di seluruh daerah di Tanah Air.

Kalo Klub Ade Rai sih udah hampir sudah tersebar di seluruh daerah karena itu memiliki sistem franchise atau waralaba,” tuturnya.(Yanto Rachmat Iskandar)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X