Bank BJB buka cabang di Denpasar

Oleh Ema Sukarelawanto

DENPASAR: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (BJB) melakukan ekspansi ke Bali dengan membuka kantor cabang di Denpasar hari ini. Direktur Operasional BJB Dadang A. Suyanto mengatakan tahun ini BJB melakukan ekspansi di tiga kota besar di Indonesia. Selain Denpasar, BJB juga akan membuka kantor cabang di Makassar, Sulawesi Selatan, dan Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Dalam minggu ini juga kami akan membuka cabang di Makassar. Selain kantor cabang, tahun ini kami akan membuka 37 kantor cabang pembantu dan menambah sepuluh unit ATM,” kata Dadang didampingi Direktur Komersial BJB Entis Kushendar.

Kini BJB memiliki 48 cabang yang tersebar di Jabar, Banten, Jakarta, Jateng, Jatim, Medan dan Batam. Dengan penambahan kantor cabang baru tahun ini, BJB menargetkan ekspansi kredit sebesar 30,6%. Ekspansi kredit ini diharapkan mampu membuat BJBR mencapai target LDR sebesar 85,32% pada akhir tahun 2011.

Menurut Dadang, Bali telah menjadi target ekspansi bisnis sejak tahun 2010 lalu. Pertimbangannya, selain potensi pasar yang cukup besar di Bali, pertumbuhan ekonomi di Bali juga menunjukkan trend positif. “Kami berusaha membidik segmen UMKM dan retail di Bali ini. Sebenarnya tahun ini kami berencana melakukan ekspansi di tiga kota lagi, seperti Tegal, Jakarta Barat, dan Pekanbaru,” lanjut Dadang.

BJBR memasang target untuk menjadi bank sepuluh besar terbaik di Indonesia, sekaligus menjadi bank pembangunan daerah yang mampu menembus pasar nasional. Hingga Desember 2010, BJBR menunjukkan kinerja yang cukup memuaskan. Pada periode 2010 BJBR mencatat peningkatan volume usaha sebesar Rp43,445 triliun atau meningkat Rp11,035 triliun dari periode 2009 yang mencapai angka Rp32,410 triliun.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp31,953 triliun pada periode 2010 atau meningkat Rp8,235 triliun dari periode 2010 yang mencatatkan anga Rp23,719 triliun.

Kredit yang disalurkan meningkat Rp4,038 triliun dari Rp19,631 triliun di periode 2009, menjadi Rp23,669 triliun di periode 2010. Catatan keuangan tersebut, membuat BJBR masuk dalam kategori bank sehat, dengan laba (sebelum pajak) mencapai Rp 1,219 triliun.(k2/ln)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X