BAWANG PUTIH: Harga Melonjak, Diduga Permainan Importir

bawang putih2JAKARTA–Gabungan Importir Hasil Bumi Indonesia menduga permainan yang terjadi pada kuota impor daging juga terjadi pada impor bawang putih.

Bob Budiman, Ketua Gabungan Importir Hasil Bumi Indonesia (Gismindo), menduga ada sebuah asosiasi dengan modal kuat dengan jumlah 21 usaha dari 131 perusahaan importir mendapatkan kuita impor bawang merah dan bawang putih lebih dari 50%.
“Importir bermodal besar umumnya mempunyai beberapa PT [Persroan Terbatas], dan PT-PT terkait mempunyai kapasitas gudang penimbunan yang amat besar, sedangkan Ditjen P2HP masih memakai formula lama yaitu memberikan kuota sesuai berapa besar kapasitas gudang penimbunan,” uajrnay dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Senin (11/03).
Sebab itu dia mengusulkan agar pemerintah memakai rumusan baru berdasarkan nama importir, alih-alih nama PT. Menurutnya nama-nama importir dapat diperoleh melalui petugas pelayanan balai karantina di setiap pintu pemasukan.
Bob mengungkapkan pemberiakn kuota berdasar nama importir sangat krusial lantaran seringkali beberapa perusahaan berbeda diurus oleh orang-orang yang sama.
“Sebagai contoh, importir A punya PT lima, sedangkan importir B punya PT satu, maka jika jumlah suatu produk komoditi diberi kuota 100%, maka importir A akan mendapat 50% dan importir B juga mendapat 50%. Maka itulah metode yang adil dan bijaksana,” jelasnya.
Dia melanjutkan, importasi produk hortikultura dalam golongan segar tidak membutuhkan gudang penimbunan besar asalkan importir memiliki jaringan perdagangan luas. Dia menegaskan, produk hortikultura segar adalah produk yang cepat habis dibeli oleh konsumen lantaran produk lokal hanya mampu memenuhi 50% dari kebutuhan nasional.(JIBI/yri)
Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X