BI: RUU Mata Uang penuh masalah

Oleh: Donald Banjarnahor

JAKARTA: Bank Indonesia menyatakan rancangan undang-undang (RUU) Mata Uang, penuh akan masalah dan bertentangan dengan undang-undang dasar 1945. Bank sentral siap melakukan uji materi apabila DPR masih memaksakan RUU Mata Uang disahkan

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) S. Budi Rochadi menyatakan RUU Mata Uang  yang sebentar lagi akan dibawa kedalam Rapat Paripurna DPR RI sarat akan masalah. “Kalau dari kami (RUU Mata Uang) semuanya masalah. Cuma  yang jadi masalah terbesar kami tidak pernah diajak omong,” ujarnya kemarin.

Menurut dia BI sebagai pihak yang berkepentingan terhadap undang-undang tersebut hanya diajak konsultasi ketika perumusan draft RUU dilakukan oleh Badan Legislatif DPR.

Meski demikian, tuturnya, usulan dari BI ternyata tidak ditampung sehingga isi RUU tersebut berbeda dari pandangan bank sentral. “Ini tidak adil dari hukum ketatanegaraan karena menjadikan BI sebagai obyek. Padahal kami adalah otoritas moneter,” ujarnya.

Budi mengatakan permasalahan paling penting dalam RUU tersebut adalah ketentuan bahwa uang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut dia, hal tersebut tidak memberikan kejelasan siapa yang menjamin uang sebagai surat utang.

“Uang itu kan surat utang, masyarakat percaya menukar barang dengan selembar kertas [uang] karena ada yang menjamin. Kalau sekarang NKRI yang mengeluarkan uang itu malah tidak jelas,” kata dia.

Menurut dia, setiap pengeluaran uang harus dimasukan dalam neraca lembaga yang mengeluarkan. “Sekarang kalau ditulis yang mengeluarkan NKRI itu masuk dalam neraca yang mana,” tanya dia.

Oleh karena itu, kata dia, Undang-Undang Dasar 1945 telah menyebutkan dengan tegas bahwa yang berwenang mengeluarkan uang adalah BI. Dalam sejarah Indonesia, lanjut dia, tidak pernah uang dikeluarkan oleh NKRI.

“Dulu dalam undang-undang RIS [Republik Indonesia Serikat] pernah uang dikeluarkan oleh BI untuk mata uang dengan nilai besar dan Departemen Keuangan untuk mata uang nilai kecil. Itu dibagi dan tidak pernah dicampur,” kata dia.

Budi menambahkan penguatan peran pemerintah dalam RUU tersebut juga akan membuat pengaturan uang makin rumit. “Masak pemusnahan uang itu harus koordinasi dengan pemerintah. Padahal pemusnahan uang saja saya tidak pernah ikut karena semua telah berjalan sesuai sistim,” kata dia.

Adapun tentang penunjukan BUMN dalam proses pencetakan uang, menurut dia, malah akan mengurangi good corporate governance dan persaingan sehat.

Menurut Budi, apabila DPR bersikeras untuk mengesahkan RUU Mata Uang tanpa merubah hal tersebut, maka bank sentral siap mengajukan judicial review.

“Paling-paling kami melakukan judicial review atau masyarakat melakukan judicial review supaya [undang-undang] jelas,” kata dia.

Tag Terkait

One Komentar untuk BI: RUU Mata Uang penuh masalah

  1. kalau RUU ini gol, rakyat yg tidak mau menggunakan uang Bank Indonesia (BI) terancam masuk penjara. Bank swasta bernama BI sudah keterlaluan. Ini adalah satu-satunya perusahaan swasta di Indonesia yg punya UU untuk memenjarakan rakyat apabila menentang mereka. Buka mata kita semua ‘Bank Indonesia’ itu hanya nama, pemiliknya bukan Indonesia dan bukan pula pemerintah Indonesia, melainkan swasta asing.

    kalau RUU ini gol dan seluruh Indonesia diancam penjara kalau tidak mau pakai uang BI, tidak perlu khawatir. Tidak perlu uang untuk menghancurkan BI. kita masih bisa barter, biarkan emas yg jadi patokan penentu harga.

    lihatlah sekeliling kita, ada tanah yg subur untuk ditanami, ada ternak sehat yg bisa diambil susu dan dagingnya. itulah harta sebenarnya yg Tuhan telah anugrahkan. semakin dekat kita ke sumber harta akan semakin aman dari cengkraman surat utang (uang kertas BI).

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X