BKD Rencana Sekolahkan Tenaga Kontrak Pemprov Jabar

BANDUNG (bisnis-jabar.com)—Badan Kepegawaian Daerah Jabar berencana menyekolahkan ribuan pegawai tenaga kerja kontrak (TKK) pemprov yang status pendidikannya masih rendah.

Kepala BKD Jabar M. Solichin mengatakan saat ini mayoritas status pendidikan TKK hanya sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Minimal status pendidikan di Pemprov Jabar itu D3 dan S1,” katanya ditemui di Gedung Sate, hari ini.

Sejak dibuka lowongan untuk TKK dari 2005-2009 kini jumlah TKK sudah mencapai 4.000 orang. Menurutnya dari angka tersebut masih ada ribuan TKK yang rendah status pendidikannya.

“Karena itu, kami secara bertahap akan menyekolahkan TKK yang masih rendah statusnya,” katanya.

Tentu, pegawai yang akan disekolahkan mesti mengikuti seleksi dan syarat yang akan ditetapkan BKD. Salah satunya adalah persyaratan usia, yaitu diutamakan di bawah 40 tahun.

Tahun ini BKD sudah meluluskan sekitar 50 orang TKK dari D3 Politeknik Bandung (Polban), yaitu 30 orang jurusan akuntansi, dan manajemen aset 25 orang.

Pihaknya memilih Polban karena perguruan tinggi lain seperti Unpad dan ITB terikat sistem penerimaan mahasiswa lewat SMPTN.

“Kalau Polban mudah karena mereka menerima mahasiswa tugas belajar yang ditugaskan kantor,” katanya.

Polban juga menerapkan aturan ketat pada mahasiswanya seperti absensi dimana pegawai TKK yang masuk telat akan dilaporkan ke BKD karena mereka disekolahkan dengan biaya APBD. Di luar itu, rupanya masih ada juga pegawai TKK yang status pendidikannya cuma sampai SD.

“Untuk mereka kita dorong ikut ujian persamaan SD, biayanya dari kantong sendiri,” katanya.

BKD menargetkan TKK di Pemprov menyandang gelar pendidikan tinggi hingga 2040 nanti sesuai rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) Jabar. (ajz)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X