BPS Jabar: Nilai Tukar Petani Turun 0,26%

(jibiphoto)

(jibiphoto)

BANDUNG (bisnis-jabar)– Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat merilis data Nilai Tukar Petani (NTP) Jabar mengalami penurunan dari tahun lalu yaitu 111,55 menjadi 111,26 atau sebesar 0,62%.

Menurut Kepala BPS Jabar Gema Purwana, nilai NTP ini disebabkan oleh Indeks Harga Diterima Petani (IT) naik 0,82% dan lebih rendah sibandingkan Indeks Harga Dibayar Petani (IG) yang naik 1,08%.

“Jumlah harga yang diterima petani lebih kecil dibanding harga yang harus dibayar, itu menyebabkan NTP turun,” katanya hari ini (1/2/2013).

Selain itu Gema juga mengungkapkan bahwa harga pembelian pemerintah (HPP) terhadap gabah kering panen (GKP) ditetapkan pada harga RP3.300 per dan di tingkat penggilingan RP3.350 untuk gabah kering giling (GKG).

Berdasarkan pantauan BPS terhadap 196 daerah di Jabar, seluruhnya menetapkan harga GKP dan HGG diatas HPP.
GKP dan GKG tertinggi terjadi di kabupaten Indramayu, sementara yang terendah di kabupaten Cianjur.(k30/ija)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X