Bukan hanya dalam cerita, manusia dibesarkan hewan

Pernah mendengar manusia dibesarkan hewan? Hal tersebut sering dianggap hanya terjadi dalam cerita atau film. Namun sebenarnya dalam kehidupan nyata, kisah seperti itu memang pernah terjadi. Bayi yang dibesarkan srigala seperti Lucan, Deni oleh ikan-ikan di dasar laut, atau Tarzan yang dirawat gorila.

Berikut kisah-kisah manusia yang dibesarkan hewan seperti cerita di atas.

Oxana Malaya (Ukraina)

Oxana Malaya (Ukraina)

Nasib gadis bernama Oxana Malaya ini memang sungguh malang, karena sejak usia 3 tahun diasingkan orang tuanya di sebuah kandang anjing di belakang rumah. Gadis kelahiran 4 November 1983 ini harus menjalani kehidupannya di bawah asuhan anjing.

Lima tahun kemuan atau saat berusia 8 tahun, tepatnya pada 1991, Oxana baru ditemukan. Kala itu Oxana berperilaku seperti anjing-anjing yang merawatnya. Oxana tidak berjalan tapi merangkak dan tak bisa bicara kecuali mengonggong.

Bahkan saat akan makan, Oxana mengendus dulu makanan tersebut. Dia hanya mengetahui isyarat ‘ya’ dan ‘tidak’ melalui anggukan dan gelengan kepala. Setelah dilakukan observasi, menurut para dokter, Oxana akan sulit menjalani rehabilitasi menuju perilaku normal seperti manusia biasa.

Waktu berjalan, dalam sebuah wawancara dengan beberapa stasiun televisi di Inggris dan Portugal, Oxana akhirnya mengungkapkan bahwa dirinya akan sangat senang jika berada di antara anjing-anjing yang merawatnya dulu.

Rochom P’ngieng (Kamboja)

Manusia yang pernah dirawat hewan juga terjadi di Kamboja. Seorang anak bernama Rochom P’ngieng pernah dikabarkan hilang saat menggembalakan kerbau di hutan Kamboja pada 1989. Saat itu Roc baru berusia 8 tahun.

Setelah 18 tahun, tepatnya pada 2007, Roc sempat dikabarkan ditemukan, ketika seorang warga melihat seorang wanita telanjang memasuki rumahnya untuk mencuri beras. Karena merasa yakin wanita itu Roc, pihak keluarga mencoba mengembalikan perilaku Roc seperti manusia normal.

Namun usaha tersebut gagal karena Roc lebih suka merangkak daripada berjalan dan tak mau mengenakan pakaian. Bahkan akhirnya Roc kembali kabur ke hutan. Walaupun tidak diketahui secara pasti dirawat oleh hewan apa, tetapi diyakini kalau Roc saat masa perkembangannya diasuh hewan-hewan liar di dalam hutan.

John Ssebunya (Uganda)

Manusia yang dibesarkan hewan juga terjadi di Uganda. Seorang anak bernama John Ssebunya diperkirakan telah menjalani masa perkembangan sejak usia 4 tahun di bawah asuhan sekelompok monyet velvet dalam hutan.

John kabur ke ke hutan setelah melihat langsung sang ibu dibunuh bapaknya sendiri. Saat ditemukan pada 1991, John tidak mau ditolong orang-orang yang menemukannya. Sebaliknya John ditolong segerombolan monyet dengan cara melempari orang-orang yang mencoba menolong John.

Namun akhirnya John berhasil ditangkap dan dibawa ke panti asihan di Kamuzinda. Selama di panti tersebut, John diajari berbicara dan bernyanyi. Bahkan John akhirnya mengikuti tur bersama kelompok paduan suara anak-anak Afrika di Inggris.

Victor Aveyron (Prancis)

Di Perancis, kisah manusia dibesarkan oleh hewan juga pernah terjadi. Seorang anak bernama Victor Aveyron pernah menghebohkan dunia pada akhir 1970-an hingga awal 1980-an. Bahkan kisah Victor pernah diangkat ke layar lebar dengan judul “L’enfant Sauvage”.

Walaupun asal-usulnya masih misteri, tapi diyakini Victor dibesarkan di dalam hutan bersama hewan-hewan liar. Pertama kali masyarakat melihatnya pada 1979, dan akhirnya Victor muncul di dekat Saint Sernin-Sur-Rance pada 1980, diperkirakan berusia 12 tahun.

Selanjutnya Victor dirawat dokter muda bernama Jean Marc Gaspard Itard selama lima tahun. Selama bersama Itard, Victor menjadi objek penelitian dengan diajari berbicara dan direkam untuk diteliti perkembangannya. Itard ingin mengembalikan Victor ke kehidupan sebenarnya sebagai manusia.

Amala dan Kamala (India)

Pada 1920 di Midnapore India pernah ditemukan dua anak perempuan berumur 8 tahun dan 18 bulan ditemukan di sarang srigala. Kisah ini cukup controversial karena beda usia kedua anak tersebut terpaut jauh.

Cerita pun berkembang kalau kedua anak tersebut bukan bersaudara, melainkan dicuri para srigala. Pada 1926, seorang pendeta bernama Joseph Amrito Lal Singh mengatakan kedua gadis tersebut diberikan kepadanya oleh seorang pria yang tinggal di hutan dekat Desa Godamuri sebelah selatan Calcuta.

Kedua anak tersebut akhirnya diberi nama Amala dan Kamala. Setelah mendapat perawatan, keduanya menyatakan lebih senang berada di antara srigala yang membesarkannya. Amala akhirnya meninggal pada 21 September 1921, sedangkan Kamala tetap dipelihara keluarga pendeta tersebut hingga mampu menyebutkan beberapa kata.

Bahkan Kamala pernah menerima undangan dari Pshycological Society di New York pada 1928. Kamala akhirnya meninggal pada 14 November 1929. (berbagai sumber/k4/ajz)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X