Bupati: Warga Jangan Buka Lahan Pertanian di Perbukitan

ilustrasi/reuters

SOREANG (bisnis-jabar.com) – Bupati Bandung Dadang Naser meminta warga yang ingin menjadi petani tidak membuka lahan diareal hutan dan perbukitan karena akan merusak ekosistem alam.

Menurutnya, saat ini fenomena pembukaan lahan di sejumlah hutan dan perbukitan marak dilakukan oleh warga di sejumlah kecamatan seperti Kertasari dan Pangalengan.

“Seharusnya wilayah seperti itu jangan dibiarkan gundul karena akan menjadi pencegah kelongsoran. Kalau mau cukup ditanami kopi saja agar tetap bisa memberikan kesejahteraan bagi warga,” kata Dadang kepada wartawan, Jumat (14/9).

Lebih lanjut disampaikannya, pada 2011 areal persawahan di Kabupaten Bandung mengalami penyusutan seluas 186 hektare. Itu artinya, Kabupaten Bandung kehilangan produksi padinya sebanyak 3.348 ton.

Menurutnya, penyusutan lahan terjadi karena adanya alih fungsi lahan dari pertanian menjadi kawasan permukiman maupun industri. Dengan kondisi seperti ini, pemda tidak bisa berbuat banyak.

“Untuk menyiasati permasalahan seperti ini, pihaknya menyiasati dengan program intensifikasi. Misalkan, apabila sebelumnya untuk 1 hektar areal sawah biasanya hanya menghasilkan 5 ton, dengan intensifikasi menjadi 7 hektare,” ucapnya.

Dengan intensifikasi pertanian, realisasi produksi padi sampai Juli 2012 sudah mencapai 356.246 ton beras. Jumlah sebanyak itu, masih termasuk dalam kategori surplus. Hanya tidak dipungkirinya besarnya ancaman alih fungsi lahan menjadi persoalan serius pertanian di Kabupaten Bandung.(k6/ajz)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X