Catatan Akhir Tahun: Reshuffle kabinet dan tantangan hingga 2014

antara

Setelah dua tahun perjalanan kabinet Indonesia Bersatu II sejak dilantik pada 2009 akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Oktober 2011 melakukan perombakan kabinet seperti yang pernah dilakukan pada kabinet sebelumnya.

Berbeda dengan reshuffle pada kabinet sebelumnya, kali ini Presiden lebih dominan melakukan optimalisasi kinerja kementerian dengan menambahkan wakil menteri di sejumlah kementerian yang dinilai memiliki beban kerja cukup berat serta menambah fungsi dari beberapa kementerian.

“Dalam penataan kembali Kabinet Indonesia Bersatu II ini, saya pandang perlu untuk dilakukan restrukturisasi fungsi yang selama ini berlaku di jajaran KIB II,” kata Presiden Yudhoyono saat mengumumkan perombakan kabinet di Istana Merdeka.

Selama dua periode masa jabatannya, Yudhoyono telah melakukan tiga kali perombakan kabinet yaitu pada 2005, 2007 dan 2011.

Restrukturisasi fungsi kementerian, yang dimaksud oleh Yudhoyono adalah penataan fungsi bukan pembubaran atau penggabungan kementerian sebagaimana yang dilakukan di era Presiden Abdurrahman Wahid.

Dalam penataan fungsi kali ini, Yudhoyono memindahkan fungsi kebudayaan yang telah lebih kurang 10 tahun berada di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dikembalikan ke fungsi pendidikan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sedangkan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata diubah menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Argumentasi saya, ada keterkaitan erat antara pendidikan dan kebudayaan, … memang ada usul untuk membentuk Kementerian Kebudayaan sendiri tapi …saya pandang tepat untuk dijadikan satu atap kembali dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” katanya.

Sementara itu, kata dia, penambahan fungsi ekonomi kreatif di Kementerian Pariwisata dimaksudkan untuk mendukung kecenderungan global saat ini dimana ada keterkaitan antara pariwisata dengan industri kreatif.

“Saya ingin pariwisata bersatu dengan ekonomi kreatif ini dan bisa meningkatkan sumber devisa kita sehingga ekonomi kita bertambah maju,” katanya.

Konsultasi Ia mengaku bahwa sebelum memutuskan untuk melakukan restrukturisasi fungsi telah meminta pertimbangan Dewan Pertimbangan Presiden dan DPR. Keduanya memberikan pertimbangan yang positif.

Posisi wakil menteri yang ditambah saat reshuffle adalah Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang pendidikan Musliar Kasim, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan Wiendu Nurhayati, Wakil Menteri Hukum dan Ham Prof.Denny Indarayana, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Eko Prasodjo, Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo, Wakil Menteri Luar Negeri Wardana.

Selain itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, Wakil Menteri BUMN Mahmudin dan Wakil Menteri Kesehatan Prof.Ali Ghufron serta Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriyawan.

Sejumlah nama baru dalam kabinet Indonesia Bersatu II adalah Menteri Hukum dan Ham Dr. Amir Syamsuddin,SH, Menteri Pendayagunaan Apaparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Ir.Azwar Abubakar, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif “Cicip” Sutardjo, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz dan Menteri Lingkungan Hidup Prof.Dr. Baltazar Kambuaya.

Menteri yang bergeser posisi yaitu Jero Wacik yang menjadi Menteri ESDM, EE Mangindaan menjadi Menteri Perhubungan dan Mari Elka Pangestu menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Gusti Muhammad Hatta sebagai Menristek.

Sedangkan wakil menteri yang bergeser adalah Bayu Krisnamurthi menjadi Wakil Menteri Perdagangan dan Mahendra Siregar menjadi Wakil Menteri Keuangan.

Letnan Jenderal Marciano Noorman juga dilantik menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Tantangan hingga 2014 Dalam sejumlah kesempatan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan tantangan pemerintahan hingga berakhirnya masa jabatan pada 2014 bukan hanya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, namun juga permasalahan di tingkat global termasuk ancaman krisis keuangan.

“Mengapa 2008 kita bisa atasi bersama-sama?, pemerintah pusat dan daerah dan para ekonom bekerja sama, itu yang tidak terjadi pada 1998. Belajar dari pengalaman kita, pada 2012 nanti mari kita lakukan hal yang sama kita harus miliki komitmen langkah tindak dan serasikan langkah kita dengan itu kita bisa bertahan dan ekonomi tumbuh,” kata Presiden dalam sebuah kesempatan di depan para gubernur.

Kepala Negara mengatakan apa yang terjadi saat ini sangat mirip dengan krisis ekonomi yang terjadi pada 2008. Bila saat itu episentrum krisis ada di Amerika Serikat maka saat ini berada di Eropa atau Euro Zone.

“Krisis sekarang ini cepat lambat akan memukul perekonomian hampir semua negara di dunia, Indonesia yang 2008-2009 selamat sekarang tumbuh atas kerja keras kita semua, lagi-lagi terkena dampak. Ekspor, stabilitas rupiah, pasar modal, harga pangan dan harga energi. Sungguh prihatin bangsa kita ketika ekonomi baik dan terus tumbuh tetapi harus terkena dampak lagi,” kata Presiden.

Beragamnya tantangan membuat Presiden perlu menyampaikan sejumlah harapan pada beberapa kementerian pasca reshuffle. Harapan itu disampaikan saat mengumumkan perombakan kabinet tersebut.

“Menkumham Amir Syamsuddin dan Wakil Menteri Denny Indrayana saya berharap dua pejabat ini lebih majukan dunia hukum lanjutkan reformasi dan cari solusi atas sejumlah masalah di bidang hukum dan ham,” kata Presiden.

Sementara itu, kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dengan menteri yang dijabat oleh Ir. Azwar Abubakar dan Wakil Menteri Prof.Dr Eko Prasodjo, Presiden mengharapkan adanya penanganan reformasi birokrasi dalam tiga tahun ke depan karena ada yang menganggap belum ada kemajuan berarti.

Untuk Kementerian Luar Negeri, dengan pengangkatan wakil menteri yang baru yaitu Wardana, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas politik luar negeri di berbagai forum internasional karena Indonesia saat ini aktif diberbagai forum internasional termasuk G-20 dan East Asia Summit.

“Untuk Kepala Badan Intelijen Negara , saya menunjuk Letnan Jenderal Marciano Noorman, saya pandang pengalaman cukup dan cakap untuk jadi Kepala BIN. Kita ingin bisa kembangkan intelijen agar pengambilan keputusan tepat dan lebih baik, juga intelijen untuk keamanan, militer dan ekonomi dan bidang apa pun yang berpengaruh dalam kehidupan negeri ini,” kata Presiden.

Di Kementerian Keuangan, dengan pengangkatan Wakil Menteri Mahendra Siregar mendampingi Wakil Menteri Keuangan Ani Rachmawati, Kepala Negara mengharapkan dapat membantu kerja Menteri Keuangan Agus Martowardojo selain menangani masalah keuangan dalam negeri juga memberikan perhatian terhadap permasalahan keuangan global saat ini.

Untuk bidang perdagangan, Presiden yang mengangkat Gita Wirjawan sebagai Mendag dan Bayu Khrisnamurthi sebagai Wamendag mengharapkan selain produk Indonesia diharapkan dapat menembus perdagangan global juga bisa meningkatkan kebijakan perdagangan dalam negeri antarpulau dan antarprovinsi.

“Saya harus mengangkat satu wakil menteri di bidang pertanian yaitu saudara Rusman Heriyawan, saya pandang yang bersangkutan cakap untuk membantu mentan agar kecukupan pangan penting, perlu peningkatan produksi dan produktivitas dan masalah pertanian di seluruh Indonesia,” katanya. Rusman adalah Kepala BPS.

Pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Presiden mengangkat Ir. Jero Wacik sebagai menteri ESDM dan Wamen ESDM Widjajono Partowidagdo dengan target mengamankan kebutuhan energi nasional dengan pengembangan energi terbarukan sehingga dapat menghadapi gejolak energi global.

Mari Elka Pangestu yang semula menjabat sebagai Mendag, dipercaya oleh Presiden untuk menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif didampingi Wakil Menteri Sapta Nirwandar dan diharapkan bisa memajukan pariwisata sekaligus ekonomi kreatif.

Untuk sektor perhubungan, Presiden menugaskan EE Mangindaan sebagai menteri yang baru dengan tugas meningkatkan kualitas perhubungan darat, laut dan udara serta meningkatkan keamanan dan keselamatan transportasi.

Gusti Muhammad Hatta yang menempati pos Menteri Riset dan Teknologi menggantikan Suharna Surapranata diharapkan dapat mengembangkan teknologi ramah lingkungan.

Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Presiden memberikan perhatian khusus dengan menggabungkan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan mengangkat dua wakil menteri membantu Muhammad Nuh masing-masing Wakil Menteri bidang pendidikan Kementerian P&K Musliar Kasim, Wakil Menteri bidang kebudayaan Wiendu Nuryanti.

“Kementerian Kesehatan saya perlu angkat wakil menteri Prof. Ali Ghufron Mukti dan berharap pasangan ini bisa tangani permasalahan di bidang kesehatan baik berkaitan dengan penyakit menular maupun tidak menular yang berkembang tahun-tahun terakhir ini,” katanya.

Untuk Kementerian Agama, Presiden menunjuk Wakil Menteri Agama Prof.Nazaruddin Umar untuk membantu Menteri Agama Suryadharma Ali.

“Urusan jemaaah haji penting harus semakin bagus, saya ingin Kemenag bekerja keras untuk ciptakan kehidupan yang rukun dan harmonis antar umat beragama, negara kita adalah majemuk pemimpin di Kemenag harus jadi contoh bekerja siang malam, saya berharap keberadaan Prof.Nazaruddin Umar bisa bantu menteri ciptakan kondisi tadi,” tegas Presiden.

Reshuffle telah dilakukan, dan sesuai dengan pandangan Presiden Yudhoyono, reshuffle ini hanya sekali dilakukan hingga akhir masa jabatan 2014 nanti. Seiring berjalannya waktu, tentu akan terjawab kemampuan kabinet hasil reshuffle ini menghadapi sejumlah permasalahan hingga berakhirnya masa pemerintahan Presiden Yudhoyono dan Wapres Boediono pada 2014 mendatang.(fsi)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X