Demokrasi Arab Saudi menghangat

Oleh Algooth Putranto

JAKARTA: Arab Saudi mulai menggeliat oleh aksi pro-demokrasi. Lebih dari 100 orang terdiri dari akademisi, aktivis dan pengusaha menyerukan reformasi besar di Arab Saudi, termasuk pembentukan sebuah monarki konstitusional.

Pernyataan tersebut diterbitkan pada Minggu di internet, seperti dikutip dari VOA juga menyerukan agar anggota majelis penasehat kerajaan, yang dikenal sebagai Dewan Syura, untuk dipilih daripada ditunjuk.

Selain itu, pernyataan tersebut termasuk tuntutan reformasi ekonomi dan sosial, di negara di mana kebebasan perempuan sangat dibatasi.

Menanggapi tuntutan itu, hari itu juga Raja Saudi Abdullah menawarkan insentif ekonomi baru kepada bangsanya, kali ini dia mengiming-imingi PNS bestatus kontrak dengan status permanen.

Pekan lalu, monarki Saudi mengumumkan belanja negara meningkat untuk berbagai program sosial, termasuk hampir US$11 miliar pendanaan baru untuk kredit perumahan dan miliaran dolar lebih untuk membantu masyarakat miskin.

Dana tersebut untuk perbaikan sarana prasarana umum, perbaikan perumahan dan pendidikan. Raja Abdullah juga memerintahkan membayar 15% kenaikan gaji PNS. Total paket reformasi bernilai sekitar US$36 miliar.

Raja Abdullah tiba di Arab Saudi pada Rabu setelah menghabiskan tiga bulan di luar negeri untuk perawatan medis.

Raja Saudi yang berusia 80-an itu pada November menjalani operasi di New York untuk herniasi rumit oleh gumpalan darah. Pada Desember lalu dia menjalani perawatan kedua di kota yang sama.

Sabtu lalu, melanjutkan demonstrasi sejak Kamis, seperti dikutip dari Reuters, warga Syiah Arab Saudi menggelar demo di kota Qatif, timur Saudi. Dalam aksinya para demonstran menuntut pembebasan sejumlah tahanan yang dibui tanpa proses hukum

Pengamat Arab Saudi mengatakan bahwa Riyadh khawatir jika aksi protes ini merambah ke wilayah lain di timur negara ini yang mayoritasnya berpenduduk Syiah.

Pada tahun 2009 warga kota al-Awwamiyah menggelar demo yang berlangsung beberapa pecan. Pejabat Arab Saudi menyatakan jumlah warga Syiah di negara ini berjumlah 27 juta jiwa. Riyadh juga mengakui bahwa warga Syiah tercatat 10% dari total penduduk di negara ini. Namun para diplomat meyakini warga Syiah di Arab Saudi mencapai 15%.(hh)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X