DEVINA HERMAWAN: Dara Cantik Asal Bandung yang Multitalenta

devina 1

(Devina Hermawan)

BANDUNG (bisni-jabar.com)–Dengan kecantikan yang ia miliki, Devina Hermawan memang tidak sulit untuk menjadi model. Namun siapa sangka mahasiswi SBM (School of Business Management) Institut Teknologi Bandung ini ternyata adalah seorang yang multitalenta?

Sejak kecil, Devi – panggilan akrab Devina- memang sudah dididik untuk menjadi mandiri. Hal inilah yang kemudian membuatnya berprestasi dalam banyak hal dan memiliki kreatifitas dalam bidang berkesenian bahkan berbisnis.

Mojang kelahiran Bandung ini memiliki bakat dalam bernyanyi, menari, modeling, make up, memasak, olah raga, hingga berbisnis. Maka, tak heran jika Devi sejak kecil sudah mulai mengasah kemampuannya dengan terjun ke berbagai kegiatan.

Berkat dukungan orang tuanya, Dede Hermawan dan Herawati, Devi pun didorong untuk mempelajari menari sampai mendalami modeling. Devi pun pernah les menyanyi di Les Vokal Adjie Esa Putra.

Sebagai perempuan Devina juga sangat pandai memasak berbagai macam makanan, mulai dari Western, Chinese hingga Japanese Food ia kuasai. Bahkan untuk hasil display makanannya Devi sudah memiliki kemampuan layaknya chef profesional.

Devina 2

(Hasil karya masakan Devina)

“Saya suka belajar dan bersosialisasi denga teman-teman saya di kampus. Maka dari itu saya sangat serius menekuni perkualiahan saya,” ujar Devi pada bisnis-jabar.

Sehari-hari, waktu Devi memang lebih banyak dihabiskan untuk perkuliahan. Maklum saja, ia baru memasuki semester awal di SBM ITB. Selain banyak tugas kampus, ia pun mengaku menikmati interaksi sosial bersama teman-temannya. Di sela-sela jadwal perkuliahannya yang padat, ia pun rajin mengikuti les dansa dan tarian kontemporer lainnya. Untuk yang satu ini, Devi melakukannya demi keseimbangan dan membiasakan gaya hidup berolahraga. Bahkan, boxing pun ia jajal sebagai alternatif pilihan.

“Saya juga merasakan manfaat kesehatan dari berlatih menari. Ada beberapa yang saya kuasai. Biasanya waltz, chacha, salsa hingga tarian modern,” terangnya.

Dalam sebuah simulasi bisnis yang menjadi tugas kelompok kuliahnya, Devi juga menoreh prestasi dengan meraih The Best Business Simulation untuk jumlah omzet tertinggi, berikut konsep bisnis yang unik dan sukses. Dengan ide berjualan berbagai macam makanan penganan dari tahu, simulasi bisnis Devi mampu menghasilkan omzet Rp7 juta dalam waktu 2 hari.

“Sebenarnya saya tidak pernah melakukan sesuatu demi mengejar sebuah penghargaan, tapi saya hanya melakukannya begitu saja. Namun karena saya melakukannya dengan penuh totalitas, maka orang lain pun bisa menilai,” kata Devi.

Meskipun sepak terjang dalam dunia modeling masih terbilang sedikit, namun mulai dari foto model, hingga model catwalk ditekuninya dengan serius. Bahkan ia pernah menjadi salah satu model desainer kenamaan dan model dari beberapa produk lokal Indonesia.

Seiring jam terbangnya, ia kini mulai serius menjajal panggung catwalk dari beberapa peragaan busana bertaraf besar. Terakhir, ia mengenakan bajudari dua desainer kenamaan, Malik Moestaram dan Harry Ibrahim di The Trans Luxury
Hotel.

Seperti halnya karakternya yang senang dengan tantangan, kini Devina juga rajin berlatih jalan di kediaman pribadinya dengan binaan model senior, Tiurma M Adriana. Rencana untuk kedepannya Devi juga akan menjadi foto model untuk sebuah produk yang akan dilakukan di Singapura.

“Pokoknya apa saja yang berbau seni pasti saya punya ambisi yang kuat untuk dijalani. Termasuk dunia model. Saya mengawalinya dari jadi fotomodel dengan bayaran Rp300.000. Uangnya saya tabung loh,” imbuhnya.

Devi berencanan setelah lulus nanti meski ia menggeluti bidang entertainment, ia pun tetap ingin berbisnis fashion yang tak sekedar pakaian jadi, namun ia pun ingin membuat suatu bisnis fashion yang erat dengan nuansa seni. (k28/yri)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X