Ekspor Perajin Kerupuk Tulang Lembang ke Brunei Terganggu

(web)

(web)

LEMBANG (bisnis-jabar.com)–Pengusaha kerupuk tulang di Cisarua Lembang kewalahan dengan bahan baku tulang rawan sapi yang sulit ditemui.

Ade Wahyudin, pemilik usaha kerupuk tulang di Cisarua, mengemukakan pabriknya sedang mengalami penurunan produksi akibat kesulitan bahan baku sejak adanya pembatasan impor daging.

“Untuk sekarang, kami hanya bisa memperoduksi sekitar 50 kg-60 kg kerupuk per minggu,” katanya, Selasa (26-3-2013).

Dia mengatakan bahan baku yang didapatkan berasal dari  tulang rawan sapi. Saat ini, Ade hanya bisa mendapatkan bahan baku sekitar 1 kuintal  per minggu yang didapatkan dari pengepul daging sapi, dengan harga Rp20.000–Rp25.000 per kg.

“Sejak masih ada daging impor, kami bisa mendapatkan bahan baku sampai 3 kuintal per minggunya. Tetapi, sekrang menurun,” katanya.

Padahal, katanya, permintaan pasar sendiri saat ini terus membesar hingga 2 kuintal–3 kuintal  per minggu. Hasil produksinya itu  distributkan  langsung kepada pengepul dan pedagang.

Menurutnya, penjualan kerupuk yang pertama dibuat di Cisarua ini, permintaannya tidak hanya di Jawa Barat melainkan sudah sampai ke luar pulau Jawa, bahkan ke Brunei Darusalam.

Harga yang dia jual Rp130.000–Rp150.000 per kg tanpa ada merek, dan produksi bahan baku dari 1 kuintal meghasilkan sekitar 40 kg kerupuk tulang.

“Saat ini kami sangat kesulitan sekali mendapatkan bahan bakunya, sehingga belum dapat meningkatkan usaha agar lebih maju lagi,” katanya.(k32/yri)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X