EKSPOR: Uni Eropa Kucurkan Hibah 15 Juta Euro

JAKARTA – Uni Eropa mengucurkan dana hibah 15 juta euro untuk membantu Indonesia merealisasikan potensi perdagangan dan meningkatkan kualitas produk sesuai standar konsumen di Benua Biru.

Dana yang disalurkan melalui kegiatan Trade Support Programme (TSP) II itu digunakan untuk pengembangan kapasitas (capacity building) dan meningkatkan infrastruktur guna meningkatkan standar kualitas kesehatan, keamanan dan lingkungan.

Duta Besar Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan Asean Julian Wilson mengatakan program empat tahunan itu memperbaiki kualitas ekspor Indonesia dan memfasilitasi akses yang lebih baik terhadap tuntutan pasar Uni Eropa.

“Uni Eropa berkomitmen memperdalam hubungan perdagangan dengan Indonesia. Melalui TSP II, kami berharap dapat meningkatkan daya saing ekspor Indonesia di pasar Eropa serta menaikkan nilai perdagangan kedua belah pihak dalam tahun-tahun mendatang,” katanya hari ini, Selasa (9//20134).

TSP II di bawah koordinasi Kementerian Perdagangan dan melibatkan beberapa institusi kunci pemerintahan, seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Standardisasi Nasional dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

Sejumlah proyek pendampingan yang dibiayai Uni Eropa adalah keamanan dan asal-muasal komoditas biji pala untuk mengurangi kontaminasi aflatoksin dan mycotoksin dan penangkapan ikan legal. Biji pala dan ikan adalah sebagian komoditas andalan ekspor Indonesia ke Benua Biru.

Nilai perdagangan Indonesia dan Uni Eropa pada 2012 mencapai US$32 miliar dengan surplus bagi Indonesia hampir US$4 miliar.

Indonesia dengan populasi sekitar 250 juta jiwa, sumber kekayaan alam yang melimpah, pertumbuhan ekonomi yang dinamis, dan produk domestik bruto (PDB) US$846 miliar pada 2012 menurut Bank Dunia, membuatnya menjadi mitra dagang terbesar Uni Eropa.

Di sisi lain, Uni Eropa merupakan kekuatan ekonomi terbesar dunia dan menjadi negara tujuan substansial bagi Indonesia, yang mewakili 13% dari total impor dunia dengan nilai mencapai 2,34 triliun euro.

Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan mengemukanan Indonesia terus berupaya mengembangkan produk yang dapat memenuhi permintaan pasar dengan memperkuat kapasitas produsen di Tanah Air.

“Indonesia dan Uni Eropa adalah mitra strategis dalam perdagangan dan investasi. Indonesia terus-menerus meningkatkan pangsa pasar bahan baku dan industri bernilai tambah di Uni Eropa,” katanya.

Tuntutan konsumen atas produk yang bermutu tinggi dan ramah lingkungan tak hanya terjadi di Eropa, tetapi juga di Indonesia.

Indonesia, lanjut Gita, yang diproyeksi menjadi ekonomi terbesar ketujuh di dunia pada 2030, sangat siap menerima tantangan meningkatkan penetrasi ekspor ke pasar Uni Eropa yang merepresentasikan 18% dari total perdagangan dunia.(JIBI/k29/yri)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X