Harga kacang kedelai di tingkat importir naik 34%

BANDUNG (bisnis-jabar.com): Harga kacang kedelai di tingkat importir Jawa Barat pada Januari ini, menurut perajin tahu-tempe, naik 34% dibandingkan harga Desember 2010 (dari Rp4.900 per kg menjadi Rp6.600 per kg).

Asep Nurdin, Ketua Koperasi Perajin Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Jabar, menjelaskan kenaikan harga yang ditetapkan importir mulai berlaku sejak 4 Januari dipicu rencana pemerintah memberlakukan bea masuk impor kedelai sebesar 5%.

Namun ternyata, lanjutnya, rencana tersebut batal. Pemerintah justru membebaskan bea masuk impor pangan, salah satunya adalah kedelai.

“Sayangnya, pembebasan bea masuk tersebut belum menurunkan harga kedelai di tingkat importir. Harga di tingkat eceran pun masih tetap naik, Rp6.600 per kg,” katanya kepada bisnisjabar.com, hari ini.

Dia menjelaskan harga tersebut berlaku untuk kacang kedelai kualitas/Kw III, yang biasanya hanya digunakan pakai ternak.

Sementara itu, di tingkat eceran, harga kedelai mencapai Rp7.000 per kg atau naik dari harga Desember Rp5.500 per kg.

“Seharusnya kualitas kedelai yang kami pakai adalah kedelai Kw I, atau yang menyerupai, tapi harganya di atas Rp8.000 per kg. Itu pun tidak ada yang lokal, semuanya impor dari Kanada dan Amerika Serikat,” jelasnya. (MSU)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X