Harga pertamax turun lagi

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) kembali menurunkan harga bahan bakar nonsubsidi jenis pertamax rata-rata Rp250 per liter, di beberapa wilayah di Indonesia, terutama di luar Jawa, terhitung  mulai 15 Juni 2011.

Ini ketiga kalinya Pertamina menurunkan harga BBM nonsubsidi dalam 2 pekan ini. Sebelumnya, pada 30 Mei 2011, perseroan juga telah menurunkan harga pertamax dan pertamax plus, rata-rata Rp350 per liter, masing-masing untuk pertamax berubah dari Rp9.250 per liter menjadi Rp8.900 per liter, dan pertamax plus dari Rp9.550 per liter menjadi Rp9.200 per liter.

Selanjutnya, pada 1 Juni 2011, perseroan itu menurunkan harga pertamax dan pertamax plus hingga Rp500 per liter.

Vice Presindent Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan penurunan harga pertamax dan pertamax plus itu sejalan dengan perubahan pola penetapan dan evaluasi harga bahan bakar perseroan.

Bila sebelumnya Pertamina menetapkan besaran harga bahan bakar berdasarkan region, sekarang berubah berdasarkan klaster per daerah.

Pertamina membagi pola penetapan harga sesuai dengan letak geografis, seperti Region I untuk Aceh-Sumatra bagian utara dan barat, Region II untuk Sumatra bagian selatan-Riau-Jambi, dan Region III untuk DKI Jakarta-Banten-Jawa Barat.

Selain itu, evaluasi penetapan harga bahan bakar juga juga dipercepat dari sebelumnya setiap 2 minggu, menjadi setiap 3-5 hari. “Makanya, ini yang ketiga kalinya kita mengevaluasi harga bbm nonsubsidi,” ujarnya, hari ini.

Dia mengatakan harga BBM nonsubsidi Pertamina yang terdiri dari pertamax atau bio pertamax, pertamax plus, dan pertamina dex di sebagian wilayah Indonesia kembali mengalami penurunan. Namun, untuk wilayah UPMS III dan Jabodetabek tidak berubah.

Artinya, harga pertamax untuk Jakarta dan sekitarnya tetap di angka Rp8.400 per liter, dan Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok masing-masing Rp8.450 per liter.

Dengan adanya perubahan harga mulai 15 Juni 2011, maka harga pertamax di Balikpapan turun dari Rp9.200 menjadi Rp8.950 per liter, Samarinda turun dari Rp9.300 menjadi Rp9.050 per liter, Bontang dari Rp9.400 menjadi Rp9.150 per liter.

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X