INFRASTRUKTUR CIREBON: Proyek CNCD Butuh Investasi Rp3 Triliun

(jibiphoto)

CIREBON (bisnis-jabar.com) – Pemerintah Kabupaten Cirebon memperkirakan nilai investasi yang dibutuhkan untuk realisasi rencana proyek Cirebon New City Development (CNCD) sekitar Rp3 triliun.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Cirebon, Dedi Nurul mengatakan rencana proyek CNCD merupakan kepanjangan dari pengembangan metropolitan Cirebon raya dengan fokus pengembangan metropolitan budaya dan sejarah yang direncanakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Proyek CNCD rencananya akan rampung pada 2025, di tanah seluas 400 hektare dan akan dibagi menjadi empat zona,” katanya kepada Bisnis, Senin (3/9).

Dedi menuturkan zona pertama akan dibuat untuk kawasan perhotelan seluas 75 hektare, zona kedua untuk waterpark seluas 75 hektare, zona ketiga untuk kawasan komersil bisnis seluas 50 hektare, dan zona keempat untuk saranan olahraga (golf) dan perumahan mewah (resident estate) seluas 250 hektare.

“Tahap realiasasi akan diarahkan secara hybrid [alami] dengan upaya pemkab memberikan jalan dan kemudahan bagi para investor untuk menanamkan modal di zona yang telah ditetapkan di wilayah Ciperna Kabupaten Cirebon bagian selatan,” tuturnya.

Dedi mengungkapkan pada realisasi pembangunan proyek CNCD pihaknya tengah memikirkan beberapa solusi untuk permasalahan yang diperkirakan menghambat proses pembangunan.

Permasalahan tersebut a.l. masalah sarana transportasi, lingkungan (sampah) dan ketersediaan air di Kabupaten Cirebon.

“Penanganan tiga masalah yang berpotensi menghambat pembangunan proyek CNCD harus diselesaikan secara integral antar wilayah yang berdekatan dengan Kabupaten Cirebon, seperti Kabupaten Indramayu, Kuningan, Majalengka, Kuningan dan Kota Cirebon,” ujarnya. (K3)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X