Ini dia 3 karakteristik pasar properti Indonesia!

Oleh Siti Nuraisyah Dewi & Anugerah Perkasa

JAKARTA: Pengamat properti menilai perkembangan pasar properti di Indonesia relatif masih baru sehingga pertumbuhannya tinggi serta diwarnai oleh persaingan tidak sempurna dan latah.

Pengamat Properti dari Indonesia Properti Watch (IPW), Ali Tranghanda mengatakan ketiga karakteristik itulah yang masih terjadi di Tanah Air. Sektor properti yang masih menjadi hal baru dengan pertumbuhan yang tinggi itulah yang memberikan ruang bagi pengembang dan konsumen untuk melakukan spekulatif.

“Tetapi kami pikir meskipun memberikan ruang bagi pengembang dan konsumen untuk melakukan spekulatif, Indonesia masih jauh dari buble properti karena permintaan masih tetap ada,” tutur Ali tadi malam.

Dia menjelaskan karena pasar properti di Tanah Air masih diwarnai persaingan tidak sempurna sehingga dimungkinkan proyek dengan lokasi kurang baik akan terlebih dahulu laku karena terlebih dahulu masuk pasar.

Selain itu, lanjutnya, komsumen dan pengembang sama-sama masih latah (ikut-ikutan) sehingga kadang dengan promosi yang besar-besaran konsumen akan tertarik meskipun belum tentu proyek yang ditawarkan bagus.

“Pengembang menggunakan prilaku konsumen, mengambil hati konsumen dengan melakukan serangkaian promosi dimana-mana baik media cetak, TV, radio maupun spanduk dan baliho di jalan,” imbuhnya. (MSU)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X