Jaringan Miing di Bandung edarkan narkoba dengan modus tempel

BANDUNG (bisnis-jabar.com) : Komplotan pengedar narkoba di Kota Bandung yang sohor disebut Jaringan Miing, memiliki modus penjualan baru untuk mengakali polisi.

Jaringan ini menggunakan modus tempel dan memindahkan narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi dari pengedar ke pembeli, untuk menghindari intaian petugas kepolisian, sekaligus menjadi ciri khas dari komplotan tersebut.

Sebelumnya, Satnarkoba Polrestabes Bandung menggagalkan peredaran 79,4 gram sabu dan 100 pil ektasi yang akan diedarkan di Kota Bandung  dari seorang tersangka berinisial IS, 26, yang diduga menjadi kaki tangaan RK alias Miing yang mengendalikan bisnisnya menggunakan ponsel dari dalam Lapas Karawang.

Kasatres Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Victor Togi Tambunan mengatakan, ketika melakukan transaksi pengedar melekatkan paket sabu dan ekstasi menggunakan kertas berperekat ganda (double tape), dan menempelkannya di sebuah tempat yang sudah disepakati sebelumnya.

Setelah si kurir menempelkan barang tersebut di area publik sesuai kesepakatan, beberapa saat kemudian si pembeli mendekati lokasi penempelan barang dan mengambil sabu-sabu dan ekstasi pesanannya.

“Tersangka IS menempelkan pesanan sabu dan ektasi yang dibungkus lakban di lokasi-lokasi yang mudah dijumpai. Paket tersebut diberi lem perekat ganda, lalu ditaruh pada tong sampah di restoran siap saji, atau rumah makan, atau disimpan juga di toilet SPBU,” kata Togi.

IS sebagai kurir, akan memberitahu letak lokasi tempat penyimpanan barang tersebut setelah uang pembelian diterimanya, dan sejauh ini modus transaksi seperti itu cukup berhasil diterapkan di Bandung.

“Yang saya tahu, modus seperti ini hanya dipakai ‘Jaringan Miing’. Sejauh ini, peredarannya dilakukan di Kota Bandung, tapi kami menduga jaringan ini sudah sampai ke Cianjur,” jelas dia.

Butiran pil ektasi jaringan ini memiliki ciri bergambar banteng di tengah bulatan. Dari tersangka IS polisi menyita barang bukti berupa barang bukti berupa delapan bungkus plastik klip berisi sabu seberat 79,4 gram dan 100 pil ekstasi siap edar senilai Rp 300 juta.

Melihat kondisi fisik barang haram tersebut, Togi belum bisa memastikan apakah buatan lokal atau impor, namun barang yang selama ini diedarkan Jaringan Miing diperoleh dari Jakarta. (MSU)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X