Jawa Barat dorong lahirnya petani muda

Oleh Sepudin Zuhri

JAKARTA: Pemerintah daerah Jawa Barat mendorong lahirnya petani-petani muda untuk  mewujudkan ketahanan pangan.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan perhatian terhadap lahirnya petani-petani muda tidak hanya sekedar memberi apresiasi, tetapi melalui gerakan masif untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas petani muda.

“Sejatinya ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani.  Namun, tanggung jawab bersama semua pihak. Karena itu perlu keterlibatan semua pihak untuk bekerja keras memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya saat menutup acara Pesta Petani Muda Indonesia (Pestani) di kampus IPB akhir pekan kemarin.

Menurut dia, pemda Jawa Barat berusaha keras meningkatkan produksi pangan baik beras, palawija, maupun daging dan susu. Dia menambahkan dengan kerja keras para petani, Jawa Barat saat ini kembali menjadi penyumbang produksi beras terbesar untuk Indonesia.

“Untuk padi misalnya, tahun ini kami menargetkan produksi 12,6 juta ton gabah kering giling atau setara 8,2 juta ton beras pada tahun ini. Naik 7,7 persen dari produksi tahun lalu,” ujarnya.

Heryawan menuturkan bukan hanya menggulirkan berbagai jenis program bantuan untuk pertanian dan peternakan, pihaknya juga menyediakan beasiswa bagi putera puteri Jabar yang berminta mengembangkan pertanian di wilayah tersebut.

Dia memaparkan bukan hanya di pedesaan pihaknya bekerja sama dengan sejumlah kampus juga melakukan terobosan pertanian perkotaan (urban farming) dengan prinsip berkelanjutan. (hh)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X