JEMBATAN SELAT SUNDA: BUMN Karya Siap Bentuk Konsorsium

(web)

JAKARTA: Sejumlah BUMN karya siap jika diminta Kementerian BUMN untuk membentuk konsorsium dalam pengerjaan proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda.

Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya Tbk Amrozi Hamidi mengatakan pihaknya sempat diajak berdiskusi mengenai hal tersebut. Namun, hingga saat ini masih belum ada pembicaraan rinci mengenai rencana itu.

Dia menegaskan pihaknya siap jika Kementerian BUMN meminta untuk perseroan ikut terlibat dalam pembangunan jembatan dengan panjang sekitar 30 kilometer itu.

“Adhi Karya sudah pernah diajak diskusi untuk mulai mengkaji [proyek Jembatan Selat Sunda]. Kalau diminta, kami siap, karena itu tugas dan kami memiliki kompetensi di bidang itu. Selain itu, dampaknya juga akan positif bagi perseroan. Nanti kalau sudah ada pembicaraan detil, akan kami kabari,” ujarnya, Senin (19/11).

Selain Adhi Karya, BUMN lainnya yang menyatakan kesiapan adalah PT PP Tbk.

Sekretaris Perusahaan PP Betty Ariana mengatakan hingga saat ini memang belum pernah ada pembicaraan mengenai hal itu. Namun, jika pemerintah menginstruksikan untuk ikut serta, BUMN karya itu pun telah menyatakan kesediaannya.

“Belum ada pembicaraan [tentang pembentukan konsorsium untuk mengerjakan proyek Jembatan Selat Sunda]. Tetapi kami siap [untuk terlibat], tinggal menunggu arahan dari Kementerian BUMN saja,” paparnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah meminta BUMN untuk bekerjasama dalam pengerjaan proyek Jembatan Selat Sunda itu.

Pada kesempatan terpisah, Menteri BUMN Dahlan Iskan pun menyatakan BUMN harus siap untuk menerima tugas itu. Untuk pengerjaannya, pihaknya berencana untuk membentuk konsorsium. Dan BUMN karya yang berpotensi untuk mengerjakan hal tersebut.

“Kalau sudah ada penugasan pemerintah, berarti BUMN sudah harus sidap. Tetapi itu tidak bisa sendirian. Harus  konsorsium. Arahnya ke BUMN karya,” ujarnya. (gia)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X