Jerman alihkan Rp114 miliar utang RI ke beasiswa

JAKARTA (bisnis-jabar.com): Pemerintah mendapatkan potongan utang dari Jerman sebesar Rp114 miliar melalui kesepakatan debt swap program beasiswa pendidikan doktoral dan Sekolah Menengah Kejuruan.

Rahmat Waluyanto, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Negara, mengatakan pemerintah Jerman berkomitmen menghapus utang Indonesia sebesar EUR18,8 juta atau setara Rp228 miliar. Konsekuensinya, Indonesia wajib memberikan beasiswa pendidikan doktoral dan SMK senilai EUR9,4 juta atau sekitar Rp114 miliar.

“Ini kelanjutan pertemuan bilateral Jerman-Indonesia 1 Desember, dengan menyepakati debt swap program scholarship doktoral untuk High tech dan SMK,” ujar Rahmat usai penandatanganan debt swap dan financing agreement di Jakarta, hari ini.

Debt swap merupakan bentuk pengurangan jumlah utang luar negeri melalui program atau pembiayaan tertentu.

Rahmat menjelaskan program beasiswa ini akan membawa 200 pelajar Indonesia untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi Jerman. Program dilaksanakan selama 6 tahun, mulai 2012 dan berakhir pada 30 desember 2018. Dalam pelaksanaannya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional akan bekerjasama dengan Dinas Pertukaran Akademis Jerman (DAAD).

Hamid Muhamad, Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Depdiknas menjelaskan program ini bertujuan meningkatkan strategi mutu pendidikan dan pelatihan kejuruan.

“Tentunya dengan beasiswa ini akan semakin mengembangkan sumber daya manusia yang berketerampilan,” ujar Hamid.

Dari jumlah debt swap sekitar EUR143,5 juta, realisasi utang yang telah terhapus hingga saat ini sebesar EUR111,7 juta.

Adapun, debt swap pertama senilai EUR25,5 juta untuk program pendidikan sekolah dasar, Debt swap kedua sebesar EUR23 juta untuk program pendidikan sekolah menengah, Debt swap ketiga terkait pembiayaan investasi lingkungan dan usaha mikro senilai EUR12,5 juta.

Debt swap keempat terkait dengna rekonstruksi dan rehabilitasi sekolah usai gempa bumi Yogyakarta sebesar EUR20 juta, Debt swap lima untuk dana penanggulangan AIDS, tuberculosis, dan malaria sebesar UER50 juta, dan Debt swap keenam senilai UER20 juta terkait dana perubahan iklim.

Per November 2011, jumlah outstanding utang Indonesia ke KfW mencapai US$2,38 miliar. Dalam kesempatan yang sama, kedua pihak juga menyepakati pinjaman Bank Pembangunan Jerman KfW untuk pembiayaan proyek Sustainable Economic Development through Technical and Vocational Education and Training (SED-TVET).

Tujuan kegiatan tersebut, untuk meningkatkan akses dan informasi pasar kerja, meningkatkan akses kompetensi wirausaha dan sistem sertifikasi dan penilaian berstandar nasional.

Proyek yang dilaksanakan dalam 48 bulan ini akan melibatkan tiga kementerian, yakni Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Kementerian Perindustrian.

Adapun total pembiayaan proyek senilai EUR28 juta, terdiri dari pinjaman sebesar EUR19 juta, dana hibah EUR2 juta, dan dana pendamping senilai EUR7 juta. (fsi)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X