Kabar ekonomi: Operasional tiga KA dihentikan

(bisnis-jabar.com)

BANDUNG (bisnis-jabar.com): Rangkuman berita ekonomi dari media massa yang terbit di Bandung hari ini a.l Operasional tiga KA dihentikan, Poktan harus bisa cegah kerugian. Berikut rangkumannya:

Operasional Tiga KA Dihentikan

PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) memastikan akan menghentikan operasional tiga kereta api (KA) mulai 1 Oktober 2011 akibat sepinya penumpang.

Direktur Komersial PT KAI Sulistyo Wimbo Hardjito menjelaskan, ada tiga KA yang operasionalnya akan dihentikan yaitu KA Harina Pagi (Bandung- Semarang PP), KA Rajawali (Semarang-Surabaya PP), dan satu set KA Argo Parahyangan (Bandung-Jakarta). ”Tiga KA itu kami evaluasi karena okupansinya rendah. Tapi,kemungkinan besar akan kita hentikan operasionalnya,” ujar Wimbo,ketika ditemui seusai HUT PT KAI ke-66 di Bandung, kemarin.

Dipastikan, ketiga KA tersebut akan berhenti beroperasi per 1 Oktober 2011.Pihaknya masih menunggu keputusan dewan direksi.Walaupun, reservasi tiket Harina Pagi dan Rajawali sudah tidak dilayani untuk keberangkatan bulan Oktober 2011. KA Harina Pagi mulai beroperasi sejak Februari 2011 melayani rute Bandung-Semarang. Penumpang melalui jalur tersebut, dilanjutkan dengan KA Rajawali dengan rute Semarang- Surabaya. Sayangnya, operasional Harina Pagi hanya mampu menyokong keuntungan selama tiga bulan pertama.

Setelahnya, okupansi perjalanan Harina Pagi di bawah 40%. Padahal, untuk bisa menutup operasional satu perjalanan KA, okupansi penumpang minimal 60%. Menurut dia, rendahnya okupansi penumpang KA Harina Pagi dan Rajawali,tak lepas dari persaingan bisnis transportasi. Parahnya lagi, penumpang yang menggunakan KA dan bus akan sampai tempat tujuan dalam waktu bersamaan.

Wimbo menegaskan, layanan Bandung-Semarang dan Semarang- Surabaya hanya akan mengandalkan KA yang sudah ada, yaitu Harina Malam. KA tersebut dinilai masih menguntungkan.” Harina Malam tetap beroperasi karena okupansinya bagus.Tampaknya karakter perjalanan Bandung-Semarang dan Semarang-Surabaya lebih banyak malam hari,” tegasnya. (Seputar Indoensia Jabar)

Poktan Harus Bisa Cegah Kerugian

Sebanyak 615 anggota kelompok tani (poktan) se-Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapat pelatihan keterampilan dan pengetahuan berbagai bidang. Pembekalan dilakukan di Lembang, Rabu (28/9). Peserta pelatihan terdiri dari 425 orang peserta sekolah lapangan budi daya padi organik hemat air system of rice intensification (SRI), 30 orang peserta pelatihan konservasi lahan daerah aliran sungai (DAS) bagian hulu kawasan hortikultura, dan 160 peserta pelatihan pengelolaan lahan terpadu.

Salah satu tujuan pelatihan, menurut Bupati Bandung Barat, Abubakar untuk meminimalisasi kerugian para petani akibat pengaruh alam serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya sehingga bisa menghasilkan produksi yang berdaya saing tinggi, sehat, dan berkelanjutan.

“Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan para petani sebagai sumber informasi untuk menanggulangi berbagai permasalahan, serta meminimalisasi kerugian yang kerap dialami para petani,” jelas Abubakar seusai membuka pelatihan.

Pelatihan dan keterampilan yang digulirkan pemerintah tersebut, diharapkan petani KBB akan lebih pintar dan maju, serta mampu menyiasati berbagai kelemahan dan kekurangan dalam menghadapi dunia pertanian. Terutama dalam kaitannya dengan siklus alam yang berhubungan langsung ketersediaan air sebagai faktor utama pertanian. (GAlamedia)

PT KAI Luncurkan Logo Baru

BANDUNG – Manajemen PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) meluncurkan logo baru berbarengan peringatan ulang tahun yang ke-66 di Kantor Pusat PT KAI Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Bandung kemarin.

Peluncuran tersebut menandai diresmikannya penggunaan logo dan lagu baru yang menjadi identitas korporat PT KAI. ”Nilai integritas adalah hal yang tak bisa ditawar lagi,begitu pula keselamatan merupakan hal yang tidak dikompromikan. Hari ini bukan sekadar mengganti logo lama namun lebih utama adalah perubahan nilai dan perilaku insan PT KAI dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” kata Dirut PT KAI Ignasius Jonan di Bandung kemarin.

Logo baru yang akan menjadi identitas baru BUMN itu terdiri dari tiga garis melengkung yang melambang kan dinamis dan dua garis warna oranye melambangkan proses pelayanan prima bagi pelanggan. Sementara, anak panah warna putih melambangkan nilai integritas sedangkan satu garis warna biru di bawahnya melambangkan semangat inovasi yang harus dilakukan dalam memberikan nilai tambah.

Direktur Komersial PT KAI Sulistyo Wimbo Hardjito menyebutkan, potret pelayanan dalam sejarah panjang KAI akan menjadi tonggak semangat untuk melakukan perubahan dan percepatan transformasi menuju pelayanan prima. ”Dengan logo baru diharapkan bisa menumbuhkan hubungan emosional yang mendalam antara brand dengan konsumen, sehingga tercipta hubungan timbal balik antara penyedia jasa dan pengguna jasa KA,”kata Sulistyo.(Seputar Indoensia Jabar)

Waspadai rawan pangan:

Sebagian wilayah di Indonesia dibayang-bayangi kindisi rawan pangan menjlang akhir tahun 2011, menyusul kekhawatiran ktidaksiapan cadangan beras. HAl tersebur terjadi akibat pembatalanpengiriman 580.000 ton bras oleh pemerintah Thailand. Sementara musim tanam padi lokal secara umum belum dimulai.

Demikian dikemukakan Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) JAwa Barat, Oo Sutisna di BAndung, RAbu (28/9).

Menurut Oo, untuk beras impor asal Thailand, ada ketidaksinkronan informasi antara pemasok di Thailand dan pemerintah Indoneia. Nelum jlasa sampai kapan macetnya transaksi beras itu. NAmun Oo menilai, jumlahnya cukup berarti bagi ketahanan pangan di Indonesia.

Oleh karena itu, menurut Oo, pemerintah harus segera mencari alternatif pasokan dari negara lain. Paling tidak untuk menjaga ketahanan pangan dan ketersdiaan beras. (Pikiran Rakyat) (ajijah)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X