Kabar umum: Jalan utama di Karawang rusak

BANDUNG(bisnis-jabar.com): Rangkuman berita umum media cetak harian yang beredar di Bandung hari ini antara lain sejumlah titik pada ruas jalan utama di Karawang rusak dan polisi geledah rumah terduga perakit bom. Berikut rangkuman lengkapnya:

RUSAK PARAH: Sejumlah titik pada ruas jalan utama di Kabupaten Karawang terutama di kawasan perkotaan mengalami kerusakan. Hal itu diperparah dengan kondisi badan jalan yang selalu tergenang air atau banjir cileuncang akibat tidak berfungsinya drainase. (Pikiran Rakyat)

MOSI TIDAK PERCAYA: Buntut mengamuknya pegawai negeri sipil Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Garut akibat mutasi, para pegawai mengajukan mosi tidak percaya terhadap Sekretaris Disnakanla Adi Pramono, Kamis (5/5). (Pikiran Rakyat)

DIREKRUT NII: Sebelas siswa SMAN I Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat terindikasi direkrut menjadi anggota Negara Islam Indonesia (NII) KW 9. Bahkan mereka nyaris dibaiat. Beruntung sebelum telanjur masuk lebih jauh, semua pelajar tersebut memilih keluar.(Galamedia)

TERNAK KHAS: Pemprov Jabar akan mematenkan domba garut dan ayam pelung sebagai rumpun ternak khas Indonesia asal Jabar. Kini, 13 orang profesor tengah menguji untuk meloloskan dua ekor ternak asal Jabar tersebut agar ditetapkan sebagai rumpun ternak khas Indonesia asal Jabar. (Galamedia)

PENGGELEDAHAN RUMAH: Pasca penangkapan di Kecamatan Pangkah, Slawi, Tegal, Jawa Tengah, Tim Densus 88 Antiteror, kemarin, menggeledah rumah yang dikontrak Musola (30) di Gang Cungkring, Kampung Dukuh Semar, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.
Musola diduga perakit bom yang digunakan Mochamad Syarif saat meledakkan diri di Masjid Adz-Dzikra Mapolresta Cirebon pada 15 April.
Selain menggeledah rumah kontrakan Musola, polisi juga membawa istri Musola, Fitri Heni Winahyu (30) dan anaknya Umar (2). (Seputar Indonesia Jabar)

TUTUP PABRIK: Puluhan warga Kampung Cibuntu, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, kemarin, berunjuk rasa menuntut penutupan pabrik pengolahan kulit.
Warga menduga limbah pabrik telah mencemari air sumur dan puluhan kolam. Akibatnya, hampir satu kuintal ikan ternak warga setempat mati mendadak.(Seputar Indonesia Jabar)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X