Kadin minta Pemprov Jabar susun juknis KCR rangkul koperasi

BANDUNG (bisnis-jabar.com) : Pemprov Jabar dituntut mengeluarkan petunjuk teknis yang bisa mengakomodasi koperasi dan anggota koperasi dalam penyaluran kredit cinta rakyat.

Wakil Ketua Umum (WKU) bidang Koperasi, UMKM, dan Kemitraan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar Iwan Gunawan mengemukakan petunjuk teknis (juknis) tentang penyaluran kredit cinta rakyat (KCR) yang nantinya dikeluarkan diharapkan bisa ikut menyentuh koperasi.

Dia mencontohkan, pemerintah bisa saja mengeluarkan regulasi yang mengharuskan pelaku usaha mikro dan kecil tercatat sebagai anggota koperasi sehingga berbadan hukum.

“Kalaupun pelaku usaha yang tidak tergabung dalam koperasi bisa mendapatkan pinjaman, porsinya harus diatur bereapa untuk pelaku anggota koperasi dan berasa besar bagi yang bukan,” kata Iwan.

Saat ini sedikitnya 10 juta pelaku usaha mikro dan kecil di Jabar yang tercatat sebagai anggota koperasi di Jabar. Iwan khawatir jika juknis yang sudah keluar tidak mengatur masalah koperasi nantinya akan menimbulkan benturan kepentingan antara pelaku usaha.

“Idealnya pembinaan koperasi dan usaha mikro kecil berlangsung satu nafas, sehingga KCR ini idealnya juga mengakomodir kepentingan para anggota koperasi,” jelasnya.

Menurutnya, penyaluran KCR nantinya bisa lebih maksimal dan terpercaya jika debitur memiliki badan hukum.

Badah hukum tersebut hanya bisa didapatkan pelaku usaha mikro dan kecil jika tergabung tercatat sebagai anggota koperasi.

“PKL sekalipun selama mereka memiliki agunan bisa mendapatkan pinjaman. Padahal proses dan aturan penyalurannya akan lebih tertata jika penerima pinjaman memiliki badan hukum atau tergabung dalam sebuah institusi berbadan hukum (koperasi),”

Kadin berharap, Pemprov Jabar bisa mengeluarkan juknis dengan mempertimbangkan berbagai hal, termasuk menyusun skim yang tepat untuk koperasi dan anggotanya.(fsi)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X