KASUS IMPOR DAGING: KPK Tangkap 4 Orang, Termasuk 2 Direktur Indoguna

borgolJAKARTA–Pihak PT Indoguna Utama mengakui perusahaannya sudah digeledah dan disegel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa malam (29/1/2013) menyusul ditangkapnya empat orang yang diantaranya dua orang merupakan direktur PT Indoguna.

Atas penyegelan Indoguna oleh KPK itu, pihak Indoguna meminta kepada KPK agar kantor tidak disegel, karena menghambat kinerja karyawan.

KPK membekuk empat orang pada selasa malam sekitar pukul 21.00 WIB di Hotel Le Meridien. Dalam penangkapan itu ditemukan uang sekitar Rp1 miliar.

Keempat orang itu terdiri dari 3 pria dan 1 wanita. Satu orang sopir, 2 orang direksi PT Indoguna, dan satu wanita belum diketahui dari mana, tetapi bukan dari PT Indoguna. Sampai saat ini, keempat orang itu masih diperiksa oleh KPK.

PT Indoguna merupakan perusahaan importir daging sapi beku dan importir produk lain seperti kentang, daging olahan, dan produk lainnya.

Pengacara PT Indoguna Utama yang mewakili perusahaan itu Panji Prasetyo mengatakan pihaknya mewakili PT Indoguna.

“Saya adalah pengacara perusahaan. Jadi, saya hanya menyampaikan surat kepada KPK sehubungan dengan penyegelan yang dilakukan KPK terhadap kantor klien kami,” ujarnya di gedung KPK, Rabu (30/1/2013).

Dia menegaskan tidak menghalangi kerja KPK justru mendukung komisi antikorupsi tersebut. Namun, Indoguna meminta KPK agar memerhatikan kegiatan operasional perusahaan, karena yang disegel adalah ruang accounting yang berisi 40 orang. “Jadi, sekarang kelangsungan usaha klien kami terganggu.”

Menurutnya, akibat dari penyegelan Indoguna juga menyebabkan karyawan-karyawan yang lain juga terhambat akses kerjanya.

“Jadi, kami tidak menghalangi, kami juga tidak mengetahui apa yang terjadi, karena kami belum bertemu dengan pengurus Indoguna yang sekarang sedang dimintai keterangan oleh KPK, tetapi kami minta KPK mempercepat proses untuk cepat membuka segel hingga kantor klien kami bisa beroperasi lagi,” paparnya.

Panji menyatakan tidak mengetahi secara pasti soal penangkapan empat orang oleh KPK pada selasa malam kemarin. Hal itu, katanya, disebabkan dia belum bertemu dengan direksi Indoguna yang masih ditahan oleh KPK, sehingga tidak mengetahui secara pasti kejadian itu.

Direksi dari Indoguna lainnya yang tidak ditahan, katanya, juga tidak mengetahui proses dan alasan penangkapan empat orang tersebut.

“Justru kami meminta kepada KPK, karena tadi malam sudah datang dan sudah menyegel, alangkah baiknya cepat diselesaikan.”

Dia menegaskan belum dapat memberikan informasi apapun terkait dengan penangkapan dugaan suap dari direksi Indoguna tersebut.

Panji membenarkan ada dua orang direksi dari PT Indoguna yang sampai saat ini masih diperiksa oleh KPK. Kedua orang tersebut merupakan direktur di Indoguna.

“Saya belum sebut namanya, nanti biar KPK, pokoknya mereka pengurus, dua-duanya pria. Saya juga belum tahu konstruksi hukumnya karena 1×24 jam akan ada status hukumnya. Saya juga belum tahu apakah pengurus Indoguna ini menjadi saksi atau tersangka, kita belum tahu.”

Dia mengetahui kejadian itu setelah dihubungi oleh direksi Indoguna lainnya bahwa ada penangkapan 2 orang yang merupakan direktur PT Indoguna Utama serta penyegelan kantor Indoguna.

Panji juga belum mengetahui apa motif dari penangkapan tersebut. Dia telah meminta penjelasan dari KPK, tetapi diminta untuk menunggu 1×24 jam.

KPK, katanya, menyita server dari salah satu ruangan (ruang accounting) yang telah disegel. “Saya cuma diminta sama direksi Indoguna untuk mengurus penyegelan.”

Saat ditanya, apakah yang diperiksa KPK bernama Effendi (Dirut PT Indoguna Utama), Panji enggan menjawab. “Nanti KPK yang akan menjelaskan.”

Sampai saat ini, ponsel Effendi tidak dapat dihubungi, karena tidak aktif.

KPK membekuk 4 orang pada selasa malam di Hotel Le Meridien, yaitu 3 orang pira dan satu wanita. Dalam penangkan itu ditemukan uang sekitar Rp1 miliar yang diduga untuk suap. Namun, satu orang perempuan yang ditangkap diantara 4 0rang itu, katanya, bukan dari Indoguna.(JIBI/yri)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X