Kebijakan Pencairan Dana Hibah Pemprov Jabar 2013 Keliru

(bisnis-jabar.com)

(bisnis-jabar.com)

BANDUNG (bisnis-jabar.com)- Ketua Budget Advocacy Group (BAG) Dedi Haryadi menengarai pencairan dana hibah Pemprov Jabar 2013 sebesar Rp1,4 triliun merupakan sebuah kekeliruan.

“Gubernur Jabar telah mempraktekan politik pork barrel. Dia patut diduga telah menyalahgunakan wewenang terhadap penggunaan APBD untuk kepentingan pribadinya,” ungkapnya dalam jumpa pers di Gedung Indonesia Menggugat, Kamis (31/01/13).

Dia menilai gubernur telah menggunakan pencairan dana hibah menjelang Pilgub Jabar 2013 sebagai salah satu penyalahgunaan wewenang.

Menurutnya, pelaksanaan bantuan dana hibah juga merugikan sebagian pihak. Dia memberikan contoh dalam pemberian bantuan desa misalnya, dana yang diterima oleh penerima tidak 100%.

“Ada pemotongan sekitar 25% dari total anggaran. Dan parahnya pemotongan itu dianggap sebagai ongkos pencairan bantuan,” katanya.

Menurutnya, kebijakan pencairan dana tersebut mencederai demokrasi khususnya pemilihan gubernur. Kompetisi antar kandidat dalam Pilgub Jabar 2013, lanjutnya tidak adil.

Dia menambahkan dalam praktik tersebut, Gubernur Jabar melakukan hal tersebut dengan Kepala Biro Keuangan Pemprov Jabar. “Untuk itu kami meminta KPK untuk menyelidiki lebih lanjut dugaan penyalah gunaan wewenang itu,” ungkapnya. (K5/ija)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X