Kemenparekraf Inginkan Pengeluaran Wisatawan Meningkat Hingga 10%

(jibiphoto)

(jibiphoto)

BANDUNG (bisnis-jabar.com)—Pengeluaran wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun domestik di Indonesia diharapkan tahun ini meningkat 5%-10% dari tahun sebelumnya.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar menyatakan tahun lalu pengeluaran wisman mencapai rata-rata US$1.133 setiap melakukan kunjungan ke Indonesia. Kunjungan wisman dapat berlangsung selama 3 hingga 4 hari.

Sementara untuk wisnus, Sapta menyebutkan pengeluaran rata-rata mencapai Rp700.000.

“Pengeluaran wisatawan itu harus besar karena memberi dampak langsung terhadap pelaku industri pariwisata,” katanya usai mengisi Studium Generale di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung Senin (18/2).

Menurutnya pengeluaran tersebut mencakup berbagai kebutuhan termasuk pengeluaran saat mengunjungi restoran, tempat spa dan sebagainya.

“Saya harap tahun ini jumlah pengeluaran wisatawan meningkat,” katanya. Dia mengungkapkan wisman berasal dari Malaysia, Singapura, Australia, China hingga Eropa.

Sebanyak 35% wisatawan menurutnya mendatangi Bali, sisanya Jogja, Batam, Lombok, Bangka Belitung, Semarang, Bandung dan sebagainya.

Seiring dengan investasi di bidang pariwisata yang terus meningkat menurutnya kebutuhan SDM bidang pariwisata juga semakin tinggi. Dia mencontohkan Palembang telah memperlihatkan pertumbuhan hotel cukup pesat, saat ini terdapat belasan hotel berbintang di sana. Hotel dinilai menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Selain itu, dengan diberlakukannya ASEAN Economic Community pada 2015 nanti, tenaga kerja termasuk di sektor pariwisata, akan semakin bersaing.

“Selain SDM harus berkarya di dalam negeri mereka juga harus sanggup bekerja di sektor pariwisata negara lain,” kata Sapta.

Oleh karena itu, Kemenparekraf menurutnya berupaya mempersiapkan SDM pariwisata salah satunya dengan membenahi sekolah bidang pariwisata.

“Misalnya STP Bandung kami benahi fisiknya serta kurikulumnya,” tambahnya. Selain STP Bandung, dia menyebutkan beberapa daerah lainnya juga memiliki sekolah bidang pariwisata.

Lulusan sekolah tersebut menurutnya bisa menjawab langsung kebutuhan tenaga kerja sektor pariwisata, sehingga mudah terserap di bidang tersebut. (k60/ija)

 

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X