KERETA CEPAT: Jabar usul ‘Shinkansen’ lintasi Bandara Kertajati

(reuters)

BANDUNG (bisnis-jabar.com): Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata (MLIT) Jepang mempresentasikan studi kelayakan rencana proyek kereta api supercepat (Shinkansen)  Jakarta-Bandung di Gedung Sate Bandung.

Studi kelayakan lanjutan dimungkinkan  dengan memperlebar area studi dengan target trayek KA yang melewati Bandara Kertajati di Majalengka.

Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat Lex Laksamana mengatakan pada presentasi studi kelayakan kereta api supercepat Jakarta-Bandung hadir konsultan Yachiyo Engineering Co., Ltd dan Japan International Consultant Co., Ltd.

“Presentasi ini merupakan kelanjutan dari pre studi kelayakan sebelumnya yang dibiayai oleh dana hibah dari MLIT Jepang,” katanya usai menerima rombongan di Gedung Sate, kemarin.

Dalam pemaparan tim, perencanaan awal KA supercepat Jakarta-Bandung tersebut akan menempuh jarak  144 kilometer.

“Bandung-Jakarta hanya 45 menit dengan tarif kurang lebih Rp150.000. Kecepatannya bisa mencapai 300 km/jam pada kondisi datar dan sekitar 210 km/jam pada kondisi perbukitan,” kata Lex.

Sementara itu, untuk stasiun destinasi di Kota Bandung, rencananya akan dibangun di daerah Gedebage.

“Ada usulan juga agar kereta api supercepat ini bisa melewati Bandara Internasional Kertajati dengan tujuan Cirebon,” katanya. Untuk penambahan rute hingga Cirebon ini maka  pada studi lanjutan ini, tim studi juga akan menghitung biaya yang diperlukan.

Pemprov Jabar sendiri, katanya, mendukung penuh realisasi KA Supercepat Jakarta-Bandung-Cirebon tersebut sebab  akan banyak sisi positif yang bisa didapat, seperti meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi dari Jakarta-Bandung dan Cirebon baik untuk keperluan bisnis maupun wisata.(k57/yri)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X