Kisah Kasim Si Penjual Boneka Barbie Tanah Abang

kasimUdara di kawasan Tanah Abang, Jakarta sore itu, Senin (28/01/13) terasa panas. Berbeda dengan udara Bandung yang dingin menusuk kulit setiap harinya.

Waktu sudah menunjukan pukul 17:00 WIB. Sejumlah toko yang menjual perlengkapan pakaian mulai tutup. Hanya menyisakan sedikit teriakan para pedagang di luar toko itu.

“Sayang anak… Sayang anak… Boneka barbie lucu… Boneka barbie lucu,” ucap salah seorang pedagang mainan yang masih mangkal di Tanah Abang sore itu.

Kasim, namanya. Usianya kini sudah hampir sepuh atau menginjak angka 50. Kasim hidup di dunia ini sudah setengah abad lamanya. Sepak terjangnya dalam berbisnis kecil-kecilan tak kenal lelah. Ia terus berjuang guna mencukupi kehidupan keluarganya.

Teriakan Kasim rupanya mengundang banyak pejalan kaki yang hilir mudik di Tanah Abang. Satu, dua, tiga, orang mulai menghampirinya. Mereka rupanya tertarik dengan barang yang dijualnya.

“Berapa itu bang?” Tanya salah satu pejalan kaki saat melihat barang dagangan yang dijual Kasim.
“Rp60.000 bang. Sudah murah bang,” jawab Kasim. Si pembeli tidak menggubrisnya. Kasim pun mulai menurunkan harga.
“Ya sudah Rp40.000 aja bang,” tambah Kasim.

Kasim rupanya harus menggigit jari. Tawaran dari pembeli sepertinya hanya angin segar belaka. Sebagai pedagang, Kasim sadar akan itu. Dari 100 penawar, yang nyangkut mungkin cuma satu. Itulah prinsip berdagang.

Kasim terus saja menawarkan barang dagangannya sambil memamerkan boneka barbie. Ya, barang yang dijual Kasim adalah boneka barbie. Rambutnya pirang. Bibirnya merah. Penampilannya seksi laiknya wanita sungguhan. Namun, yang menjadi daya pikat dalam jualannya yaitu sang boneka sedang menunggangi sepeda. Itulah salah satu kelebihannya.

“Ini sepeda barbie. Bisa jalan berputar menggunakan batu batere. Ini barang lucu. Anak-anak di rumah pasti menyukainya,” ujar Kasim kembali menawarkan.

Barang dagangan Kasim berupa boneka barbie bersepeda merupakan barang musiman. Dia mengaku dalam sehari bisa menjual minimal 20 buah boneka. Rerata boneka dijual seharga Rp40.000. Dalam sehari, Kasim bisa meraup untung Rp200.000-Rp300.000.

Selain berjualan boneka, Kasim biasa menjadi pedagang asongan. Pria dua anak itu mengaku sudah melakoni dagang puluhan tahun lalu.

“Dulu, sebelum Tanah Abang sebesar ini, saya sudah jualan rokok dan indomie rebus, sekarang saja kondisinya sudah berbeda begini,” ujarnya.

Namun demikian, dirinya berharap menjual barang mainan anak-anak tidak selalu menghasilkan keuntungan. Dia menginginkan bisa kembali membuka jongko untuk berdagang mie rebus dan rokok. Dia berpikir dengan memiliki jongko, penghasilan per harinya akan tetap.

Sebelumnya, Kasim memiliki tempat strategis untuk berjualan rokok, kopi dan makanan lainnya. Namun seiring istri pertamanya meninggal dunia, dirinya pun mencoba beralih ke usaha lain. Sampai saat ini, dia meyakini tuhan akan terus memberikan rezeki terhadapnya.

“Kisah usaha yang saya geluti cukup panjang. Tapi mau bagaimana lagi, nasib orang seperti saya ini gak bisa diapa-apakan. Bagaimana yang di atas saja,” tuturnya.

Tanah Abang, perlahan sepi dari keramaian dibandingkan siang tadi. Kasim satu persatu memasukan boneka barbie ke dalam dus yang dibawanya. Ia bergegas meninggalkan keramaian Tanah Abang. Dalam benaknya, mungkin ia kepikiran ingin membuka jongko dan berjualan rokok dan kopi kembali. Kini, keluarga di rumah sudah menantinya. (K5/ija)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X