KOMUNITAS: Manusia Silver Jaring Sumbangan di Jalanan Kota Bandung

(bisnis-jabar.com)

BANDUNG (bisnis-jabar.com)- Komunitas Silver Peduli yang memiliki jargon “Berawal Dari Meminta Lalu Memberi” setiap harinya mangkal di beberapa titik di kawasan lampu merah Kota Bandung.

Berbekal sebuah dus bekas dan senyum ramah, Bagus Sumboro, mahasiswa STSI Bandung yang bergabung dengan komunitas tersebut mengatakan dirinya memiliki kepedulian terhadap anak yatim. Untuk itu, dia rela tubuhnya dicat berwarna perak sambil mengais rupiah di bawah terik matahari.

“Intinya saya peduli dengan anak-anak yatim,” katanya saat ditemui bisnis-jabar di kawasan Dago Bandung, Selasa (2/9).

Dia menjelaskan setiap hari pendapatannya rata-rata mencapai Rp50.000-Rp60.000 dan disetor kepada koordinator setiap menjelang sore atau malam.

Menurutnya, uang hasil sumbangan tersebut dibagi dua. Dia mencontohkan jika per hari dapat Rp60.000 maka dia bisa mendapatkan uang Rp30.000 dari hasil pendapatannya.

Boro, sapaan akrabnya mengatakan cat yang melekat di tubuhnya mudah luntur terkena air. Jadi, dia tidak khawatir jika setiap harinya diatelanjang dada dengan semprotan cat tersebut.

“Cat ini gampang luntur kok. dilap saja langsung hilang,” katanya.(k5/ajz)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X