LPDB kucurkan kredit koperasi di Jabar Rp22,2 miliar

BANDUNG: Sebanyak 26 koperasi di Jawa Barat mendapatkan akad kredit dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM dengan nilai pinjaman mencapai Rp22,2 miliar.

Penandatangan akta pinjaman dilakukan di hadapan notaris disaksikan Direktur Bisnis LPDB KUMKM, Halomoan Tamba dan Kepala Dinas KUMKM Jabar Wawan Hernawan di Bandung.

Halomoan menilai koperasi yang berkembang di Jabar sampai sejauh ini memiliki kinerja bagus, terlihat dari tingkat kredit macet atau non performing loan yang masih nol persen.

“NPL LPDB-KUMKM dibandingkan dengan NPL perbankan jauh lebih rendah karena pendekatan kami bersifat kekeluargaan dan kejujuran, sehingga koperasi sadar untuk mengembalikan pinjamannya,” ungkapnya.

Dia mengatakan, LPDB-KUMKM hingga kini telah menyalurkan pinjaman hampir Rp900 miliar. Pada 2011, pihaknya menargetkan penyaluran pinjaman mencapai Rp1,25 triliun.

Jawa Barat sendiri, lanjutnya, pada tahun ini mendapatkan alokasi sekitar Rp150 miliar dan hingga saat ini telah disalurkan sebanyak Rp40 miliar.

Halomoan mengungkapkan, ada beberapa perbedaan  LPDB-KUMKM dengan bank. Pertama, koperasi walau bagus tapi tidak mempunyai kolateral maka bank tidak mau masuk. Di sini, lanjutnya, LPDB bisa masuk.

Kedua, bank tidak akan mungkin menerapkan  bunga di bawah harga pasar, sedangkan LPDB justru sebaliknya.

“Besaran bunga tergantung jenis usaha koperasi itu sendiri. Untuk koperasi simpan pinjam bunga 9% per tahun menurun atau 4,2% per tahun flat. Sedangkan untuk koperasi syariah kami menerapkan bagi hasil 40:60,” jelasnya.

Perbedaan lainnya, kata Halomoan, LPDB tidak melihat kondisi ekonomi melainkan adalah kondisi koperasi itu sendiri.

Mengenai besaran pinjaman, akan disesuaikan dengan aset yang dimiliki koperasi dan manajemen koperasi.

“Semakin besar aset koperasi, pinjaman pun semakin besar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas KUMKM Jabar Wawan Hernawan berharap, koperasi yang menerima pinjaman dapat mengelola dananya dengan jujur, transparan dan dimanfaatkan demi kepentingan anggota dalam rangka pengembangan usahanya.

Dia menjelaskan, koperasi yang ingin mendapatkan pinjaman kredit dari LPDB-KUMKM ini persyaratannya cukup mudah, di antaranya yaitu koperasi sudah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dua tahun berturut-turut.

“Koperasi juga harus memiliki kantor dan kepengurusan yang diakui pejabat di daerahnya, serta memiliki pembukuan yang sederhana. Usahanya juga harus jelas,” papar Wawan.

Koperasi yang mendapatkan bantuan pinjaman itu di antaranya BMT Nurul Ummah Sukabumi Rp750 juta,  BMT Ibaadurrahman Sukabumi Rp3 miliar, KPSBU Kab Bandung Barat Rp4 miliar,  KUD Sarwa Mukti Kab Bandung Rp 1 miliar, KBMT Al Falah Kab Cirebon Rp 2,5 miliar.(hh)

Tag Terkait

One Komentar untuk LPDB kucurkan kredit koperasi di Jabar Rp22,2 miliar

  1. soleh syarief

    Saya seorg pelaku UMK yg telah 4 tahun menggeluti produksi sumpit kayu berbahanbaku limbah,bisakah sy mendapat pinjaman modal utk pengembangan usaha dr dinas koperasi san UKM ? Sebagai informasi awal,omset penjualan saat ini rata2 Rp.25 juta/bulan,julah karyawan 15 org,terima-kasih

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X