KREDIT UMKM: Akses ke Perbankan Terbatas Karena Minimnya Sosialisasi

(Ilustrasi/JIBIPhoto)

(Ilustrasi/JIBIPhoto)

BANDUNG (bisnis-jabar.com)-Pengamat Ekonomi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Popy Rufaidah menilai penyebab dari minimnya pelaku usaha mengakses pembiayaan dari lembaga formal karena minimnya informasi kepada para pelaku usaha.

Disamping itu, masyarakat atau pelaku usaha yang bersangkutan tidak paham harus datang kemana dan bagaimana kala mereka ingin mendapatkan bantuan permodalan. Sebab, informasi tersebut tidak sampai pada mereka.

Akhirnya mereka memanfaatkan pihak-pihak yang menawarkan bantuan permodalan meski harus membayar dengan bunga tinggi. Karena mereka tidak mempunyai banyak pilihan agar usaha yang dijalaninya bisa tetap survive.

“Kalau pun ada lembaga formal seperti perbankan mereka dianggap tidak bersahabat bagi para pelaku UMKM karena ribetnya persyaratan yang harus mereka lengkapi salah satunya mereka diharuskan memiliki agunanan atau jaminan. Mereka mau menjaminkan apa karena tidak punya apa-apa,” katanya, kepada Bisnis, Selasa (12/2).

Selain itu, pemerintah dalam hal ini pihak perbankan harus lebih kreatif lagi dalam menawarkan fasilitas pinjaman modalnya. Semisal, pelaku UMKM diberi pilihan apakah akan memanfaatkan bantuan permodalan atau bantun pemasaran.

“Jumlah pelaku UMKM di Indonesia sangatlah banyak dan setiap tahunnya terus bertambah. Parahnya lagi, data dan informasi mengenai pelaku UMKM ini tidak ada yang kredibel dan bisa diandalkan karena semrawut,” ujarnya.

Bagi perbankan berplat merah lewat dana PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan)nya mereka diwajibkan untuk membina pelaku UMKM. Karena, selama ini faktor link and match masih jadi kendala utama.

Pelaku UMKM pun harus mengembangkan komunitasnya. Dengan begitu mereka harus proaktif dalam mengakses berbagai progrm pemerintah dalam yang berhubungan dengan pembinaan UMKM.

“Baik perbankan dan pelaku UMKM keduanya harus dipertemukan. Dengan begitu, keduanya akan saling menyatakan kebutuhan dan keperluannya masing-masing. Karena pada substansinya keduanya memang saling membutuhkan,” ujarnya.(K6/ija)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X