MUSRENBANG JABAR: Heryawan Luruskan Pernyataan Keliru Soal Bantuan Pusat

 BANDUNG (bisnis-jabar.com)—Gubernur Jabar Ahmad Heryawan meluruskan pernyataannya soal dana transfer pusat pada Jabar yang hanya Rp1 triliun dan mendapat tanggapan dari Menteri PPN/Bappenas Armida Alisjahbana di paripurna Musrenbang Jabar 2013.

Kepala Bappeda Jabar Denny Juanda mengatakan yang dimaksud oleh Ahmad Heryawan bukan dana transfer pusat tapi dana otonomi khusus.

“Ada dua daerah yang memiliki otonomi khusus di Indonesia yakni Papua dan Aceh. Jabar sendiri tidak perlu dana otonomi khusus, tapi dana perhatian khusus,” katanya usai Musrenbang Jabar 2013 di Hotel Horison, Bandung, hari ini.

Denny mengatakan dana transfer pusat ke Jabar sendiri menurutnya sudah mencapai Rp80,2 triliun. “Kami punya catatannya,” katanya.

Ahmad Heryawan sendiri mengaku salah menyebutkan dana otonomi khusus menjadi dana transfer pusat.

Sebelumnya, Menteri/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana ‘menegur’ Gubernur Jabar Ahmad Heryawan karena keliru menyampaikan statement.

Armida yang didaulat menjadi keynote speaker di Paripurna Musrenbang Jabar 2013  di Horison, Bandung hari ini mengawali pemaparannya dengan meluruskan statement Heryawan yang sebelumnya mengatakan transfer dana pusat ke Jabar hanya Rp 1 triliun. Jauh dibanding Papua yang mendapat alokasi besar.

“Soal dana transfer pusat ke daerah, Jabar tidak mungkin dapat Rp1 triliun pak. Berdasarkan data sementara, dana perimbangan saja, sudah sekitar Rp41 triliun. Dana Kementerian Lembaga (KL) saja total Rp80 triliun,” katanya mengundang tepuk tangan hadirin.

Menurut Armida, Jabar saat ini memiliki jumlah penduduknya besar. “Jadi tidak mungkin cuma mendapat Rp1 triliun,” katanya.(k57/k29/yri)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X