ODHA Rumah Cemara Bandung akan berlaga di HWC Paris

BANDUNG: Delapan orang terdiri atas empat Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan empat mantan pengguna Narkotika dan Zat Adiktif (Napza) dari LSM Rumah Cemara Bandung, akan mewakili Indonesia di Kejuaraan Sepakbola Homeless World Cup (HWC) di Champs de Mars, Paris, Prancis pada 21-28 Agustus 2011.

“Sumpah berasa mimpi, tidak pernah menyangka bisa pergi ke Paris mewakili Indonesia,” kata salah seorang perwakilan dari LSM Rumah Cemara Bandung Aris Kurnia (22), di Gedung Sate Bandung, Kamis.

Aris Kurnia yang mantan pengguna Napza ini hampir lima tahun lebih bergabung dengan LSM Rumah Cemara.

“Suasana kekeluargaan begitu terasa di Rumah Cemara, kalau dihitung sudah hampir lima tahun lebih saya gabung di sana,” kata Aris yang mengenakan jaket merah putih bertuliskan INDONESIA.

Ia menuturkan, proses terpilih sebagai wakil Indonesia di Kejuaraan Sepakbola HWC terhitung mudah.

“Memang saya suka bola dan sekitar satu bulan lalu saya disuruh ikut seleksi dan diumumkan lolos. Senang bangetlah pokoknya,” ujar Aris.

Menurut dia, bukan sebuah beban meskipun dirinya menjadi salah satu wakil Indonesia di Kejuaraan Sepakbola HWC di Prancis.

“Beban sih ngak ada, tapi saya akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia di Paris nanti,” ujarnya.

Kedelapan orang dari LSM Rumah Cemaran yang akan berlaga di Kejuaraan Sepakbola HWC di Prancis, yaitu Sandy Gempur, Andri Kustiawan, Ronny Suryadani, Ginanjar Kusmaedi, Tessa Iklas Tri, Bogim Gim Gim Sopyan, Aris Kurnia dan Edward.

Gubernur Mendukung Delapan orang tersebut akan berangkat dari Indonesia pada 18 Agustus mendatang.

Sebelum berangkat, Ketua LSM Rumah Cemara Iqbal Rahman dan delapan perwakilan tersebut bertemu dan melakukan dialog dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, di ruang kerjanya di Gedung Sate Bandung, Kamis pagi.

Usai berdialog, Ahmad Heryawan meminta semua pihak bisa mencegah agar masyarakat tidak terjerumus menggunakan narkotika dan HIV/AIDS.

“Bagi yang sudah terjangkit HIV AIDS harus bisa fokus terhadap penyembuhan,” kata Heryawan.

Gubernur meminta delapan orang perwakilan tersebut tetap menatap ke depan dalam menyongsong masa depannya.

“Tetap melihat ke depan, jangan lihat yang sudah terjadi. Umur mereka masih muda. Masih ada masa depan yang menanti untuk mereka,” kata Heryawan.

Gubernur Jabar juga menyampaikan apresiasi terhadap delapan orang tersebut karena walaupun mereka memiliki keterbatasan tapi masih bisa berprestasi mengharumkan Indonesia di mata dunia internasional.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jabar atas nama Pemprov Jabar memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp50 juta.

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X