Opini WTP Bekasi diduga terkait kasus suap

Oleh: anugerah perkasa

JAKARTA: Opini laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Pemerintah Kota Bekasi periode 2009  diduga terkait dengan penyuapan Walikota Bekasi  Mochtar Mohammad terhadap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat  sebesar Rp400 juta.
Hal itu terungkap dalam dakwaan Kepala Inspektorat Wilayah Pemerintah Kota Bekasi Herry Lukmantohari dan Kepala Bidang Aset dan Akuntansi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Herry Suparjan.
Tim jaksa penuntut umum (JPU) Rudi Margono mengatakan Walikota Bekasi Mochtar Mohammad pada akhir 2009 memerintahkan  penyerahan uang kepada tim auditor  BPK agar laporan keuangan Pemerintah Kota  Bekasi tahun 2009 memperoleh opini WTP.
“Mochtar Mohammad mengatakan kota Bekasi mendapat penilaian WDP [wajar dengan pengecualian] saja mendapat insentif dari Departemen Keuangan sebesar Rp18 miliar. Apalagi kalau mendapatkan WTP, bisa dapat insentif  Rp40 miliar,” kata Rudi saat membacakan surat dakwaan atas keduanya  di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, hari ini.
Oleh karena itu, sambung Rudi, Mochtar  meminta kepada para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk ikut berpartisipasi agar pemeriksaan periode 2009 bisa mendapatkan WTP. Herry Lukmantohari Aset dan  Herry Suparjan –kedua terdakwa—akhirnya  mengutarakan permintaan opini laporan keuangan WTP kepada pihak BPK Jabar.
Mereka menemui Kepala Sub Auditorat Jabar III Suharto dan Kepala Seksi wilayah Jabar III B Enang Hermawan di kantor BPK Jabar pada Januari 2010. Mochtar juga ikut turun tangan untuk melobi tim auditor dengan menemui Gunawan Sidauruk selaku Kepala BPK Jabar pada Februari 2010.”Mochtar mengatakan bisa dibantu ndak untuk WTP? Gunawan menjawab bisa,”ujar Rudi .
Hasil pemeriksaan sementara laporan keuangan Pemerintah Kota Bekasi pada Mei 2010 memberikan opini WDP karena ditemukan tidak tertib administrasi pada pengelolaan aset. Ketika kedua terdakwa melaporkan informasi tersebut, Mochtar meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Bekasi Candra Utama Effendi untuk menyiapkan uang. Permintaan tersebut dipenuhi oleh Candra. (if)
Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X