PELABUHAN CILAMAYA: Tak Akan Gerus Lahan Warga Karawang

Ilustrasi/JIBIPhoto

KARAWANG–Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, memastikan pembangunan pelabuhan Cilamaya Karawang tidak akan “memakan” tanah milik masyarakat setempat, karena rencananya dibangun secara reklamasi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karawang Agus Sundawiana mengatakan, sesuai dengan pengkajian awal dari pemerintah pusat, jika pembangunan bandara menggunakan lahan milik masyarakat terlalu mahal, maka pelabuhan itu akan dibangun secara reklamasi.

Dengan demikian, kata dia, teknis pembangunan pelabuhan Cilamaya Karawang ialah dengan membuat daratan baru dari dasar laut terlebih dahulu. Setelah dibuat daratan baru, baru kemudian dilakukan pembangunan pelabuhan Cilamaya Karawang.

Agus mengaku pihaknya bersama pemerintah pusat telah beberapa kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat pesisir utara Karawang, terkait dengan rencana pembangunan pelabuhan Cilamaya. Sebab pembangunan pelabuhan Cilamaya itu akan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat setempat.

Pembangunan Pelabuhan Cilamaya itu sendiri merupakan bagian dari paket pengembangan kawasan Karawang yang akan menjadi pusat peralihan Pelabuhan Tanjung Priok. Pelabuhan Cilamaya akan dibangun menyusul semakin minimnya daya tampung Pelabuhan Tanjung Priok.

Ia juga menegaskan pembangunan akses menuju Pelabuhan Cilamaya itu tidak akan banyak “memakan” lahan pertanian. Sehingga direncanakan pembangunan akses itu dilakukan dengan pembangunan jalan layang dari wilayah Dawuan langsung ke Cilamaya.

“Akses ke Pelabuhan Cilamaya sepanjang sekitar 36 kilometer dengan lebar delapan lajur itu akan dibangun dengan menggunakan jalan layang, dari mulai depan gerbang Tol Dawuan sampai Cilamaya,” kata dia.

Dengan dibangunnya jalan layang sepanjang 36 kilometer itu, kata dia, maka akan meminimalisir terjadinya alih fungsi lahan pertanian. Selain itu, juga akan dibangun jalur kereta api dari Stasiun Bungursari Purwakarta menuju Pelabuhan Cilamaya.

“Untuk terminal peti kemas direncanakan berlokasi di wilayah Cikampek. Jadi tidak dibolehkan pembangunan terminal peti kemas di dekat lokasi pelabuhan,” kata dia.(Antara/yri)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X