Pembagian Daging Kurban di Bandung Pakai Sistem Kupon

ilustrasi/antara

BANDUNG – Pembagian daging kurban dengan sistem kupon efektif mengamankan pendistribusian kepada masyarakat sehingga tidak terjadi perebutan paket daging.

“Sejak Kamis kemarin panitia membagikan kupon kepada masyarakat untuk mengambil daging kurban, mereka yang hadir cuma yang memperoleh kupon, meski kami juga menyediakan sebagian paket untuk mereka yang datang tanpa kupon,” kata panitia kurban di lingkungan Tekom Bandung, Jumat.

Warga yang antri berasal dari daerah sekitar instansi itu, selain itu juga ada yang datang dari luar daerah, namun mereka tetap membawa kupon untuk pengambilan daging kurban.

Sistem kupon juga diterapkan oleh panitia kurban di Masjid Agung Bandung, Al Mujahidin, Istiqomah dan Pusdai Kota Bandung. Warga yang menunggu sejak pagi tetap aman dengan kartu kupon.

Namun tidak sedikit yang datang ke lokasi pembagian daging kurban tidak membawa kupon. Mereka terpaksa harus menunggu mereka yang hadir dengan kupon.

“Dengan sistem kupon jumlah penerima daging kurban lebih terkontrol dan masyarakat sekitar akan mendapatkan bagiannya, kami juga mengantarkan paket daging ini kepada masyarakat dengan mengerahkan panitia,” kata Wawan, panitia kurban di kawasan Buah Batu Kota Bandung.

Sementara itu kegiatan penyembelihan hewan kurban dilakukan serentak di sejumlah lokasi di Bandung Raya antara lain di lingkungan masing-masing.

Panitia secara khusus mendirikan tenda untuk pendistribusian daging kurban itu yang didirikan di dekat Masjid atau di dekat Kantor RT/RW setempat. Selain mengerahkan petugas juga melibatkan para pemuda di lingkungan masing-masing.

Penyembelihan hewan kurban juga digelar di sejumlah SMP dan SMA di Kota Bandung. Hewan kurban itu dibeli dengan cara patungan dari kalangan siswa dan guru di sekolah itu.

Seperti di SMA Negeri I Ciparay, dilakukan penyembelihan hewan kurban sapi hasil patungan para siswa. Hal senada juga dilakukan di sekolah di Baleendah, Buah Batu serta beberapa sekolah lainnya.

“Intinya kita menumbuhkan rasa ketakwaan dan rela berkurban kepada para siswa, sehingga mereka sadar bahwa mereka wajib berkurban bila telah mampu,” kata Iyep, salah seorang guru di SMP Negeri Ciparay Kabupaten Bandung. (antara/ajz)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X