PENAMBANGAN PASIR BESI: Warga tolak perusahaan asing

(ilustrasi: jibiphoto)

GARUT (bisnis-jabar.com): Puluhan warga Desa Karyamukti, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menolak perusahaan asing melakukan aktivitas penambangan pasir besi dengan mendatangi kantor PT UMRI Garut, Senin.

Warga mendatangi kantor PT Umri di Jalan Cibalong sambil membawa spanduk bertuliskan penolakan keberadaan perusahaan asing dan tulisan merasa ditipu oleh perusahaan itu.

“Kami merasa ditipu, tidak pernah memberi izin pertambangan ke persahaan manapun,” kata Kepala Desa Karyamukti sekaligus koordinator aksi, Dede Sulaeman.

Dia dan perwakilan dari masyarakat menyatakan penolakan adanya perusahaan asing melakukan aktivitas penambangan pasir besi di Kecamatan Cibalong.

Apalagi penambangan pasir besi dilakukan oleh perusahaan asing yang dikhawatirkan bukan memberikan manfaat untuk mensejahterakan masyarakat melainkan sebaliknya menyengsarakan.

“Kami tidak menghendaki adanya perusahaan asing di Cibalong yang bergerak dibidang pasir besi. Namanya perusahaan asing jelas menyengsarakan rakyat,” katanya.

Menurut dia keberadaan PT Umri dalam perizinannya tidak menempuh jalur sesuai prosedur, sehingga dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap kehidupan masyarakat terutama menyebabkan kerusakan lingkungan.

Dia mendesak Pemerintah Kabupaten Garut kembali mengkaji keberadaan PT Umri di Garut dalam perizinannya, apabila tidak ditindaklanjuti maka warga di Kecamatan Cibalong akan melakukan aksi mendatangi kantor Bupati Garut.

“Kami masyarakat belum pernah memberikan izin karena sebelumnya juga tidak ada sosialisasi, kami harap pemerintah dapat bertindak, kalau tidak kami akan meminta Bupati untuk tegas,” kata Dede yang juga koordinator Kepala Desa se-pantai Garut Selatan.

Sementara itu perwakilan PT UMRI, Andi Setiawan, yang menerima warga tersebut mengatakan akan segera disampaikan kepada pimpinannya terkait tuntutan warga menolak aktivitas penambangan pasir besi.

Terkait tuduhan warga terhadap PT Umri tidak memiliki izin, Andi membantahnya dan menyatakan keberadaan PT Umri di Cibalong sudah memiliki izin usaha pertambangan (IUP) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Garut.

“Saya akan laporkan dulu ke pimpinan terkait tuntutan warga, tapi kami tegaskan keberadaan kami disini belum melakukan aktivitas penambangan dan kami punya IUP,” kata Andi. (Antara/fsi)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X