PENANGGUHAN UPAH: API Minta Gubernur Jabar Segera Ambil Keputusan

penagguhan upah

ilustrasi/antara

BANDUNG (bisnis-jabar.com)-Asosiasi Pertekstilan Indonesia hingga kini masih menunggu keputusan penangguhan upah minimum kabupaten/kota bagi industri padat karya di Jawa Barat.

Ketua API Ade Sudrajat mengatakan pihaknya telah lama mengajukan penangguhan UMK kepada gubernur tetapi belum ada tanggapan sama sekali.

Padahal, katanya, bulan Januari akan segera berakhir dan keputusan itu harus sudah disahkan.

“Mungkin gubernurnya sibuk untuk pencalonan [Pilgub Jabar], makanya dia tidak memikirkan kepentingan masyarakat,” kata Ade saat dihubungi Bisnis, Selasa (15/1/2013.

Ade menyebutkan sebanyak 80% di Kabupaten/Kota Bogor industrinya berupa padat karya dan UMK-nya tidak bisa disamakan dengan industri besar.

Dia menjelaskan hampir 70% kenaikan UMK terjadi di wilayah itu dan memberatkan dalam pengupahan yang nominalnya Rp2 juta per bulan.

“Selain di Bogor, wilayah seperti Purwakarta, Depok, Bekasi, dan Karawang juga mayoritas industri mengajukan penangguhan,” jelas Ade.

Ade berharap gubernur bisa secepatnya mengambil keputusan terkait penangguhan UMK karena menyangkut hajat hidup masyarakat.(k29/ija)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X