Pengadaan Alkes Dinkes Bandung Barat Dinilai Janggal

stetoskop-300x300Bisnis-jabar.com, NGAMPRAH–Pengadaan peralatan kesehatan (alkes) yang dilakukan Dinas Kesehatan Kab Bandung Barat dinilai syarat kolusi, korupsi dan nepotisme.

Ketua Umum (Ketum) DPP LSM Brantas Wanwan Mulyawan mengaku telah melakukan investigasi terhadap empat paket lelang tersebut. Berdasarkan penelusurannya itu, pihaknya pun menemukan adanya praktik monopoli.

Menurut dia, lelang tersebut diikuti 48 peserta. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya hanya diikuti 5 peserta lelang yang kemudian memasukkan daftar harga penawaran.

Lelang tersebut dimenangkan oleh PT Mutiara Sakti yang mengajukan penawaran sebesar Rp1.479.500.000. Anehnya, nilai penawaran yang diajukan oleh pemenang urutan ke-2, ke-3, ke-4 dan pemenang ke-5 hanya berselisih sangat tipis.

“Parahnya lagi, selisih pemenang tender dengan yang kedua mencapai Rp489 juta. Hal ini jelas mengindikasikan kerugian negara,” kata Wanwan kepada wartawan, Selasa (30/7).

Dikatakannya, proses penentuan pemenang tender tersebut terindikasi kuat terjadi penguncian spesifikasi dan pengaturan pembuatan dokumen antara pemenang dengan user dalam hal ini Dinkes KBB.

“Kami mendapatkan pengakuan dari perusahaan pendamping jika penawaran ditentukan oleh pemenang. Indikasi mark up sebesar 38%,” kata Wanwan.

Paket janggal lainnya adalah tender yang dimenangkan PT Sicher Torano Jaya dengan nilai proyek sebesar Rp2.451.615.000, PT Medi Fortuna Rp6.708.900.000 dan PT Sukasenang Farma Rp. 592.000.000.(k6/ija)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X