Pengentasan Kemiskinan Jabar Jadi Percontohan Jawa-Bali

BANDUNG (bisnis-jabar.com)– Hasil Musyawarah Rencana Pembangunan Regional Jawa Bali yang digelar di DI Yogyakarta dua hari lalu menghasilkan kesepakatan yang cukup memuaskan.

Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf mengatakan dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah langkah program pengentasan kemiskinan dari setiap gubernur. Dede sendiri di Jabar mendapat tugas memimpin tim penanggulangan kemiskinan.

Jabar menurutnya terbilang berhasil dalam upaya menekan angka kemiskinan.

“Dari 12%-11% sekarang tinggal 10%. Artinya ada growth penurunan rata-rata 0,8% setiap tahun secara nasional,” katanya pada bisnis-jabar.

Kesempatan itu dipakai Dede yang mewakili Gubernur Jabar untuk memaparkan sejumlah program yang sudah dilakukan Jabar.

Pengentasan kemiskinan di Jabar sendiri menurut Dede berbasis individual dengan sistem nol kilometer, nol kilometer pro poor.

Nol kilometer pengentasan kemiskinan di Jabar sendiri dihitung dari Gedung Sate. Lalu diukur berapa kilometer ke tempat penerima jatah miskin, kemudian dihitung lagi dari alun-alun kabupaten.

“Misalnya Garut berapa kilometer dia ke titik Pameungpeuk yang ada titik-titik miskinnya, misalnya. Jadi lebih bagus dan tepat sasaran,” katanya.

Bappeda saat ini sedang menginventarisir si miskin ada dimana saja. “Jadi ketika dikasih bantuan seperti raskin itu tidak lagi dibagi rata,tapi penerimanya akan lebih jelas,” katanya.

Sistem ini menurut Dede bakal diadopsi oleh gubernur Jawa-Bali. (ajz)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X