Penjualan Ikan Hasil Citarum Tetap Tinggi

reuters

BANDUNG (bisnis-jabar.com) – Meskipun Sungai Citarum menyandang status sebagai sungai yang tercemar limbah berat, namun penjualan ikan di sejumlah waduk yang memanfaatkan Citarum tetap tinggi.

Anggota Asosiasi Pembudidaya Ikan dan Nelayan Waduk Cirata (Aspindac) Asep Wahyudin mengatakan meskipun sumber air yang digunakan di Waduk Cirata berasal Citarum, namun hingga kini masyarakat tetap membeli produk ikannya.

“Jadi, saya kira masalah air ini tidak terpengaruh banyak terhadap penjualan dan harga. Sebab, kalau bicara kejernihan air sebelum masuk ke Cirata tersaring dulu oleh Waduk Saguling,” kata Asep saat dihubungi Bisnis, Selasa (19/6).

Dicontohkannya, saat ini stok ikan di Cirata sedang melimpah sehingga menyebabkan harga ikan turun dari sebelumnya Rp13.500/kg menjadi Rp12.000. Hal ini tidak sebanding dengan harga pakan ikan yang terus meroket.

Sementara itu, Perwakilan kelompok jaring apung Waduk Saguling, Aliyudin mengatakan tingkat pencemaran Sungai Citarum memang semakin mengkhawatirkan. Akan tetapi air yang masuk sudah didesain sedemikian rupa agar kualitas air yang masuk bisa lebih jernih dari sebelumnya.

“Makanya, ikan yang kami budidayakan disini tetap bisa hidup dengan normal. Hanya, masalah kami sedang direpotkan oleh bertebarannya tanaman eceng gondok yang menutupi jaring apung,” ucapnya.(k6/yri)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X