Perusahaan penambangan pasir besi tidak patuh administrasi

antara

TASIKMALAYA (bisnis-jabar.com): Sebanyak 19 perusahaan penambangan pasir besi di Kabupaten Tasikmalaya bagian selatan, Jawa Barat, belum patuh melengkapi persyaratan administrasi dan teknis penambangan.

Permasalahan perusahaan yang belum patuh terhadap aturan tersebut terungkap ketika Tim Moratorium Penambangan Pasir Besi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menggelar rapat evaluasi bersama 22 perusahaan di Gedung Pendopo, Tasikmalaya, Rabu.

Ketua Tim Moratorium Penambangan Pasir Besi, Djeje Suhendi mengatakan dari 22 perusahaan penambangan pasir besi hanya tiga perusahaan yang melengkapi persyaratan administrasi dan teknis penambangan.

Padahal SK Moratorium ditandantangi oleh Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum pada pertengahan Agustus 2011, kata Djeje sudah jelas perusahaan harus patuh terhadap rekomendasi isi dari moratorium tersebut.

Namun kenyataannya, kata Djeje masih terlihat aktivitas penambangan pasir besi di kawasan sepanjang pantai Tasikmalaya bagaian selatan padahal persyaratan administrasi belum lengkap.

Adapun, alasan perusahaan belum melengkapi segala persyaratan penambangan, kata Djeje berdasarkan pengakuan perwakilan perusahaan karena direksi dan pimpinan perusahaan selalu berada diluar daerah sehingga belum bisa melengkapi persyaratan.

Namun alasan tersebut, menurut Djeje tidak rasional, sehingga diminta seluruh perusahaan penambangan pasir besi sepekan kedepan harus melengkapi, apabila tidak akan diberi tindakan tegas.

“Kami membuat keputusan jika dalam seminggu persyaratan tidak lengkap akan diberi tindakan tegas kepada mereka, jika tidak ikut aturan kami, jangan menambang disana,” kata Djeje.

Sementara itu Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum mengaku kecewa ketika melakukan peninjauan lokasi penambangan pasir besi di wilayah Tasikmalaya bagian selatan masih terdapat aktivitas penambangan.

“Jelas saya kecewa melihat ini, saya harap tim moratorium bertindak tegas dengan meminta bantuan aparat keamanan, Polisi dan TNI,” kata Uu. (fsi)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X