Petani Tasik Beralih Tanam ke Albasia & Singkong

reuters

TASIKMALAYA — Sejumlah petani padi wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, beralih menanam pohon albasia yang ditumpang dengan singkong, karena lebih menguntungkan dibandingkan menanam padi yang selalu terkendala kekurangan pasokan air.

“Dulu selalu menanam padi, tapi karena selalu kesulitan air, jadi sekarang lebih baik tanam pohon albasiah ditumpang sama singkong,” kata Zenal, salah seorang petani yang beralih bertani menanam albasiah dan singkong, Senin.

Petani di Desa Cibalanarik, Kecamatan Tanjungjaya itu, mengaku setiap tahun areal persawahannya terus mengalami kekurangan pasokan air.

Padahal beberapa tahun sebelumnya, areal persawahan di Desa Cibalanarik mampu menghasilkan produksi gabah cukup banyak dan berkualitas.

“Tapi sekarang produksi gabah menurun, selalu kekurangan air, makanya sekarang saya tidak mau menanam padi lagi,” kata Zenal.

Sejak dilanda kekurangan pasokan air terutama saat musim kemarau, Zenal sempat tidak menggarap lahan persawahan ditanami padi.

Agar lahan persawahan tetap produktif dan menghasilkan keuntungan materi, Zenal akhirnya memutuskan menanam albasiah ditumpang dengan tanaman singkong di lahan bekas sawah seluas 2800 meter persegi.

“Daripada lahan tidak produktif, lebih baik menanam albasiah sebagai invesasi saja, untuk mendapatkan penghasilan tambahannya dari hasil panen singkong,” katanya.

Petani padi lainnya, Nana, mengaku sejak beralih menanam pohon albasiah ditumpang dengan singkong, tidak lagi direpotkan atau berebut air dengan petani lain untuk memenuhi pasokan air ke areal persawahan.

Ia mengaku mengikuti jejak rekannya Zenal beralih tanam dari padi ke tanaman pohon albasiah dan singkong untuk mengatasi permasalahan kekurangan pasokan air.

“Dengan menanam albasiah, saya punya harapan memiliki keuntungan besar lima tahun yang akan datang, daripada menanam padi susah mendapatkan air,” kata Nana.(yri)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X