PILGUB JABAR 2013: Produsen Bawang Goreng Kuningan Curhat ke Yance

BANDUNG (bisnis-jabar.com)–Para pengusaha bawang goreng Kuningan curhat kepada Cagub Jabar Irianto MS Syafiuddin alias Yance.

Menurut Seorang pengusaha bawang goreng kabupaten Kuningan Nurdin, para pengusaha bawang di kabupaten kuningan cukup maju, pasalnya pendapatan 1 bulan bisa 8 Miliar.

“Pendapatan para pengusaha bawang goreng di kab Kuningan bisa menghasilkan 8 Miliar dalam satu bulannya. Namun tidak ada perhatian dari pihak pemerintah,”katanya dalam rilis yang diterima bisnis-jabar, Sabtu (5/1) malam.

Dalam kesempatan tersebut Nurdin mengatakan bahwa para pengusaha bawang goreng cukup membantu pemerintah, karena bisa menekan angka pengangguran namun pihak pemerintah sendiri tidak perhatian.

“Selama ini pihak pemerintah provinsi jangankan sekedar memberikan perhatian, mengunjungi ke lokasi saja tidak pernah,”katanya.

Selain itu lanjut Nurdin, dirinya mengeluhkan tentang perpanjangan label Halal yang harus diperpanjang setiap tahunnya, selain itu minyak, gas terus merangkak naik harganya.

“Label halal mesti terus di perpanjang setiap tahunnya, selain itu terlihat seperti dikomersilkan, padahal kan bawang goreng udah pasti halal, gak mungkin ada yang haram,”katanya.

Sementara itu ditempat yang sama, Yance memberikan apresiasi kepada para pengusaha bawang goreng kabupaten Kuningan yang bisa terus semangat.

“Pertumbuhan ekonomi suatu daerah ditentukan bukan oleh pemerintah tapi oleh para pengusaha, tapi kalau pemerintah sifatnya partner hanya bisa mendukung dalam kebijakan,”katanya.

Yance mengkritisi bahwa pemerintah harusnya berperan aktif, dan harus bisa segera menyelesaikan masalah tersebut.

“Dulu perusahaan-perusahan pupuk yang ada di Indramayu mengirim buatan pupuknya ke daerah Indramayu, supaya harganya menjadi mahal, saya pikir itu tidak bisa dibiarkan, alhasil produksi pupuk diambil alih oleh pemerintah daerah, dan para pengusaha kecil dan para petani tidak kesulitan lagi mencari pupuk yang murah,”katanya.

Selain itu juga menyebutkan bahwa jika permasalahan bisa dikomunikasikan antara pengusaha, konsumen, dan pemerintah semuanya bisa berjalan dengan baik.

“Pemerintah sendiri harus bertindak ketika ada pengusaha yang nakal, selain itu harus saling bahu membahu antara pemerintah dan pengusaha agar pertumbuhan ekonomi berteumbuh dengan baik, sehingga masyarakat menjadi sejahtera,”pungkasnya.(K57/yri)

Tag Terkait

Berikan Komentar

Email anda tidak akan ditampilkan.

*