PILGUB JABAR: PNS Masuk Panwaslu Harus Kerja Penuh Waktu

BANDUNG (bisnis-jabar.com) – Ketua Panwaslu Jabar Ihat Subihat mengatakan PNS jika masuk panwaslu harus seizin instansi. “Undang-undang tidak melarang, yang tidak boleh itu anggota partai politik,” katanya.

Selain itu aturan juga menyebutkan jika PNS yang menjadi panwaslu harus  melakukan kerja dengan penuh waktu. “Dalam penjelasan Undang-undang No 15 tahun 2011 itu berarti tidak melaksanakan tugas lain selain penugasan pengawasan pemilu. Kalau sekarang Pilgub, dia tidak bekerja lain selain mengawasi Pilgub,” katanya.

Selain itu Ihat menuturkan, jika PNS masuk panwaslu yang bersangkutan harus mengambil cuti dari PNS. “Jadi hanya menerima gaji dari Panwas. Tunjangannya tidak bisa,” katanya.

Ihat menuturkan, selain tidak bisa bekerja menunaikan kewajiban sebagai PNS, dia memiliki kewenangan dan kewajiban seperti anggota Panwaslu yang lain.

“Intinya PNS yang tidak bisa jadi panwas itu pejabat struktural. Kalau kasus Subang, yang bersangkutan baru saja menjadi PNS,” katanya.

Persoalan PNS jadi anggota Panwaslu mencuat setelah dua orang PNS di Pemkab Subang yakni Muhiban dan Agus Muslim terpilih masuk. Muhiban saat ini tercatat sebagai PNS di Bagian Sosial Setda Subang walaupun sebelumnya juga menjabat sebagai Ketua Panwaslu Subang. Sedangkan Agus Muslim masih tercatat menjadi PNS di Dinas Pendidikan Subang. (ajz)

Tag Terkait

One Komentar untuk PILGUB JABAR: PNS Masuk Panwaslu Harus Kerja Penuh Waktu

  1. Assalamu alaikum wr.wb
    selamat pagi pak/bu
    saya ikut kerja dong menjadi penyuluhan panwaslu kec/kelurahan memberi pengarahan pada rakyat/warga tentang jangan asal memilih liat latar belakang seseorang calon,harta kekayaan,zaman sekarang oknum korupsi menutupi jatidiri dgn beribadah,punya usaha perdagangan, beri saya kesempatan untuk saya, separuh hdpku untuk negeri ini, walaupun sy lulusan s1 sastra b.indonesia…umur saya 25 tahun.

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X