PNM perkuat modal PD BPR

BANDUNG (bisnisjabar.com): PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Bandung mengintensifkan pembiayaan bagi perusahaan daerah bank perkreditan rakyat (PD BPR) guna mendorong pertumbuhan pinjaman pada triwulan IV ini.

Kindaris, Kepala Cabang Bandung PT PNM, mengatakan cukup banyak PD BPR di Jabar berkinerja baik, tetapi masih membutuhkan suntikan modal kerja untuk bersaing di pasar.

“Kami memberikan pinjaman sekitar Rp500 juta untuk satu PD BPR. Kesempatan untuk meningkatkan pencairan pembiayaan pada tiga bulan sisa di tahun ini masih cukup besar,” ujarnya kepada bisnisjabar.com, kemarin.

Menurut dia, memberikan pinjaman modal kerja pada PD BPR terhitung aman, terutama melihat komitmen pengelola bank yang ingin meningkatkan kinerja keuangannya.

Kindaris mengatakan keputusan beberapa PD BPR di Jabar melakukan penggabungan usaha (merger) juga memberikan dampak positif. Hal itu antara lain akan mendorong meningkatnya kinerja keuangan dan membaiknya kualitas sumber daya manusia (SDM).

PNM mematok beberapa persyaratan bagi PD BPR yang ingin mendapatkan injeksi modal, antara lain menilai tingkat kesehatan bank bersangkutan.

Tujuannya, kata dia, untuk memperkecil potensi terjadinya risiko pembiayaan bermasalah. “Prospek usaha PD BPR itu cukup bagus, karena bisa menggarap potensi hingga tingkat pelosok. Kami menduga risiko pembiayaan bermasalah relatif kecil,” ujarnya.

Di sisi lain, Kindaris mengatakan upaya mengintensifkan pinjaman bagi PD BPR merupakan cara menyiasati ketatnya persaingan di pasar.

Hampir seluruh lembaga pembiayaan menyasar segmen usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk meningkatkan kinerja keuangan.

Atang Sutarsa, Direktur Utama PD BPR Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, mengatakan pinjaman modal kerja ataupun program kemitraan (linkage program) merupakan salah satu cara memperkuat permodalan PD BPR.

Menurut dia, peluang untuk meningkatkan penyaluran kredit bagi pelaku usaha mikro hingga tingkat pelosok masih cukup besar.

“PD BPR sudah memiliki market sendiri, tinggal bagaimana caranya bisa menggarap potensi pasar yang ada. Oleh karena itu, PD BPR membutuhkan pinjaman modal kerja dari perbankan maupun lembaga keuangan nonbank,” ujarnya.

Atang mengakui PD BPR harus mampu menjaga tingkat kesehatan sebagai modal untuk mengembangkan bisnis.

“Masyarakat akan memilih lembaga keuangan yang terpercaya dan memiliki tingkat kesehatan yang bagus,” ujarnya.

Data Pemprov Jabar mencatat terdapat 153 PD BPR yang beroperasi di wilayah Jabar-Banten hingga awal tahun ini.

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X