PRIANGAN PIPE AND TOBBACO CLUB: Ngumpul sambil sedot cangklong rame-rame. Asyik!

Oleh Abdalah Gifar

Siapa yang tidak kenal Sherlock Holmes atau Popeye? Dua tokoh fiksi ini punya kesamaan yang menjadi ciri khas keduanya. Apakah itu? Sesuatu yang menggantung di kedua mulut mereka berupa pipa tembakau atau cangklong.

Dapatkah Anda membayangkan diri Anda seperti mereka? Tidak perlu menjadi seorang borjuis atau aristokrat untuk menikmati cita rasa tembakau murni kualitas tinggi tanpa campuran cengkeh yang biasa terdapat pada rokok bungkusan.

Anda yang berdomisili di Bandung, cukup datang pada tiap akhir pekan ke Bluegrass Cafe, di samping area parkir Bandung Electronic Centre (BEC), Jl. Purnawarman. Anda dapat menjumpai sekumpulan orang yang itu bukan bangsawan atau semacamnya, melainkan orang-orang pecinta tembakau.

Berkumpul di sebuah cafe sederhana, mereka berbincang ditemani kopi, dan tentu saja sambil mencanklong bersama. Inilah komunitas Priangan Pipe and Tobacco, atau mereka lebih nyaman menyebut dirinya Pipe and Tobacco Club Indonesia (PTCI) chapter Bandung.

Hance, salah satu anggota dari komunitas ini menerangkan keberadaan komunitas ini relatif baru. “Kalau di Bandung sendiri baru berdiri sekitar dua tahun lalu. Di Kota lain itu ada di Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan di Jakarta,” ungkapnya.

Hance pun menerangkan bahwa faktor budayalah yang membuat kegiatan merokok atau mencangklong atau madud dalam bahasa Sunda, sebagai alat pencair komunikasi yang efektif. “Coba saja datang ke daerah. Kalau sudah ada kopi atau rokok, komunikasi itu dipastikan bisa lancar dan mengalir walaupun baru kenal,” sebutnya.

Kegiatan mencanklong yang komunitas ini lakukan memang berbeda dengan merokok. Walau sama-sama berbahan tembakau, tembakau pada rokok cita rasa aslinya telah berkurang, apalagi sudah dicampur dengan cengkih. Dengan berbagai cara meramunya, tembakau lebih nikmat dihisap dengan pipa.

Karena faktor kebutuhan berinteraksi sosial itu pula yang membuat Hance tergabung dalam komunitas ini. “Saya sudah mencangklong dari dulu sejak kelas 2 SMA, dan baru awal tahun ini gabung bersama teman-teman di sini,” katanya pria yang mencangklong karena terinspirasi idolanya, Elvis Presley.

Dana, pemuda asal Jakarta yang sering menyempatkan gathering bersama PTCI Bandung memaparkan sekilas sejarah cangklong. “Dulu yang melakukan itu orang Indian, mereka pakai semacam pipa. Lalu penjelajang datang, mengambil tembakau dari Amerika ke Eropa. Di sana ternyata tidak ada yang bisa membuat pipanya. Akhirnya mereka melihting [membungkus pakai kertas] tembakau seperti rokok yang sekarang,” papar pemuda yang mengaku tidak merokok tapi lebih memilih mencangklong ini.

Tatang Lakturo, pemilik Bluegrass Cafe pun tergabung dalam komunitas ini. Dia mengaku bahwa mencangklong sudah dia kenal di dalam keluarganya. “Saya lihat juga dulu kakek saya suka mencangklong. Saya jadi mengoleksi cangklongnya. Terus baru sekarang-sekarang terdorong buat mencangklong lagi setelah bareng teman-teman PTCI ini,” paparnya.

Orang-orang di komunitas ini tidak memungkiri bahwa popularitas cangklong makin dikuatkan oleh tokoh detektif Sherlock Holmes. Bahkan sampai ada satu jenis pipa yang menggunakan nama detektif tersebut. “Pipa yang seperti ini [meliuk ke bawah] ini disebut cangklong Sherlock,” terang Hance.

Image orang tua yang melekat pada kegiatan mencangklong, luntur oleh komunitas yang beranggotakan orang-orang yang relatif muda ini. “Bahkan yang tua pun [menunjuk Tatang], jadi merasa muda lagi,” canda Hance. Tatang pun mengiyakan ungkapan tersebut dengan tawa dan anggukannya.

Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba menikmati tembakau ala Sherlock Holmes, bisa langsung datang ke komunitas ini karena Hance menyebut komunitas ini terbuka bagi siapapun. “Tinggal bawa cangklong saja. Kalau belum punya nanti bisa dikasih tahu belinya dimana,” ujar Hance.(m03/yri)

Tag Terkait

2 Komentar untuk PRIANGAN PIPE AND TOBBACO CLUB: Ngumpul sambil sedot cangklong rame-rame. Asyik!

  1. Saya mencangklong, saya tinggal DI Medan, Ada beberapa teman saya juga mencangklong, mohon kepada teman pecangklong DI Bandung utk berbagi info, t.q. Salam tembakau…..

  2. Gan, beli cangklongya dimana ?
    Butuh refrensi situs/blog/contact person atw toko yg ngejual.. Thankz

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X