Produksi Kayu Hutan Rakyat Di Kabupaten Bandung Capai 3.589 Batang

SOREANG (bisnis-jabar.com)-Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bandung melansir data produksi kayu sengon dan jabon pada hutan rakyat di wilayahnya pada tahun ini mencapai 3.589 batang.

Kabid Kehutanan Distanbunhut Kabupaten Bandung Ande Supriatna mengatakan jika produksi kayu tersebut dikelola masyarakat di sekitar hutan di Kabupaten Bandung.

“Sampai saat ini produksi kayu di hutan rakyat mencapai 3.589 batang,” katanya kepada Bisnis, Minggu (16/12).

Menurutnya, Kabupaten Bandung memiliki potensi hutan rakyat yang cukup luas.  Saat ini luas hutan rakyat di Kabupaten Bandung mencapai 6.132 ha yang tersebar di 31 kecamatan.

Kecamatan yang memiliki areal hutan rakyat terluas a.l Cimenyan, Cilengkrang, Pacet, Arjasari, dan Pasirjambu.
Ande menjelaskan sebanyak 32.000 ribu hektare hutan rakyat di Kabupaten Bandung dalam kondisi kritis. Oleh karena itu, Pemkab Bandung akan memberdayakan hutan menjadi bermanfaat bagi masyarakat.

“Pengembangan hutan rakyat di Kabupaten Bandung merubah mindset awal berbasis konservasi. Akan tetapi, belakangan ini tidak begitu efektif, jadi kami akan mengalihkan ke basis ekonomi,” katanya.

Menurutnya, saat periode 1970-2008 lebih menekankan pada aspek konservasi dan lindung sehingga lahan yang digarap kurang begitu optimal. “Waktu itu, aspek kebutuhan masyarakat belum maksimal diperhatikan. Saat ini produksi pohon kayu untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Ande.

Jenis pohon yang memiliki prospek tinggi a.l  jabon, albasiah, gemelina, dan sengon. “Daur panennya 5-7 tahun. Jadi, masyarakat nantinya jika panen bisa menjualnya,” katanya.

Selain itu, ungkapnya, produksi kayu di hutan rakyat di Kabupaten Bandung untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Karena, katanya, saat ini produksi kayu di Indonesia baru mencapai 40%.(k29/ija)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X