Produksi susu Jabar tertekan harga pakan

BANDUNG (bisnis-jabar.com): Produksi susu harian di Jawa Barat turun 10%-15% dari 475.469 per kg pada tahun lalu menjadi 441.975 per kg pada tahun ini, karena harga pakan yang begitu tinggi sehingga peternak tidak mampu untuk memberi pakan yang berkualitas.

Berdasarkan data yang dirilis Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Jawa Barat terungkap  meyoritas peternak kecil  mulai menjual sapi karena merasa biaya produksi tidak sebanding dengan harga jual susu segar yang diproduksi ternak mereka.

“Peternak besar pun sudah mulai beralih profesi. Penurunan produksi susu di Jabar ini memang dipengaruhi harga pakan yang naik sekitar 30% sepanjang tahun ini sementara harga susu segar tidak pernah naik sejak 2008,” ujar Sekretaris Jenderal  ISPI Jabar Robby Agustiar di Bandung, hari ini.

Dia memaparkan ISPI juga memantau harga anak sapi (pedet) saat ini jatuh hingga 50% akibat kondisi ini. Sebelumnya harga pedet sebesar Rp3 juta per ekor dan sekarang sudah turun jadi Rp1,5 juta per ekor.

Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jabar mengamini bahwa harga pakan yang tinggi menyebabkan turunnya produksi susu.

Ketua GKSI Jabar Dedi Setiadi menjelaskan peternak terpaksa membeli pakan kualitas rendah seperti sekam karena harga pakan kualitas tinggi seperti pakan konsentrat sangat melambung.

Kualitas pakan sangat memengaruhi produktivitas hewan ternak mereka. Harga pakan kualitas tinggi naik sekitar 30% dari Rp1.500 per kg menjadi Rp2.000 per kg.

“Untuk 1 kg pakan kualitas tinggi (konsentrat) bisa menghasilkan 2 liter susu sementara 1 kg pakan kualitas rendah hanya bisa untuk 1 liter susu. Jadi harga pakan ini memang sangat berpengaruh,” katanya kepada bisnis hari ini.

Oleh karena itu peternak Jabar mendesak pemerintah untuk memberikan insentif harga susu dan pakan.  Selama ini, ungkap Dedi, pemerintah belum pernah merealisasikan wacana subsidi ini yang telah didengungkan sejak lima tahun lalu.

“Padahal Pemerintah Malaysia dan Thailand sudah turun tangan mengatasi masalah peternak di sana. Mereka sudah memberikan insentif untuk harga susu dan pakan, mengapa Indonesia belum melakukannya?” tegasnya.

Selain itu, Dedi menambahkan, pemerintah perlu turun tangan dalam hal penentuan kualitas susu untuk industri pengolahan susu (IPS). Selama ini, penentuan kualitas susu hanya sepihak, yaitu oleh pihak IPS dna peternak sama sekali tidak dilibatkan.

Dia melanjutkan peternak menginginkan adanya pemeriksaan bersama terhadap kualitas susu yang dihasilkan sehingga mereka pun tahu tentang kekurangan susu yang mereka jual. “Pilihannya ada dua, bisa melakukan pemeriksaan bersama bisa pula Pemerintah membantu buat laboratorium independent untuk peternak,” jelasnya. (fsi)

Tag Terkait

One Komentar untuk Produksi susu Jabar tertekan harga pakan

  1. salam kenal,

    kami dari Pakan Raja Ajaib Super (PRAS) Jakarta, siap membantu teman2 peternak ayam, ikan, sapi untuk bisa menghasilkan produksi yang di inginkan dengan pemakaian pakan yang berkualitas dengan harga yang berstandar rata2. terima kasih.

    hormat saya,
    zikri
    (021) 8306934
    081364778079 – 081617983008

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X